Scripta manent

Sesuatu yang tertulis

Tampilkan postingan dengan label copy paste. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label copy paste. Tampilkan semua postingan

Rabu, September 10

Tangkap muat


























He, who took a chance and became a prince for one day-Straight A'S

Dicatat oleh madziani di 01.01 Tidak ada komentar:
Label: copy paste

Rabu, Mei 30

A room


















without books is like a body without a soul. 
The books that help you most are those which make you think the most.
 Read the best books first, or you may not have a chance to read them all. 
Some books are to be tasted; others swallowed; and some to be chewed and digested. 
The one who does not read good books has no advantage over the one who can’t read them.
 Books, like friends, should be few and well chosen.
Dicatat oleh madziani di 01.17 Tidak ada komentar:
Label: copy paste

Kamis, Mei 3

Hidup ini singkat

Manusia dari setiap angkatan bangsa
Akan mengalami saat tiba-tiba terjaga
Tersentak dalam kesendirian malam yang sunyi
Dan menghadapi pertanyaan zaman :
Apakah yang terjadi?
Apakah yang telah kamu lakukan?
Apakah yang sedang kamu lakukan?
Dan, ya, hidup kita yang fana akan mempunyai makna
Dari jawaban yang kita berikan.
(Sajak seorang tua tentang Bandung lautan api, WS Rendra)

Rendra, penyair terkemuka Indonesia, menuangkan sejarah masa lalu ke dalam acuan masa kini dalam satu bentuk ekspresi yang sungguh mengesankan." -Sasterawan Negara Usman Awang 

Dalam kehidupan ini kita tidak dapat selalu melakukan hal yang besar. Tetapi kita dapat melakukan banyak hal kecil dengan cinta yang besar. (Mother Theresa)


Nota:
Kedukaan masa lalu adalah kekuatan masa kini. Syukur diajari Tuhan tentang duka sebelum menemukan senyum.
Dicatat oleh madziani di 16.40 Tidak ada komentar:
Label: aksara, copy paste

Jumat, April 20

Sandalisme

Sandalisme : Buat anak bangsa yang merasa kaya

Anak-anak kini diasuh bermula di pokok bukan di akar
Memulakan kehidupan dalam sarat payah yang minimal
Asuhan ala barat menyusup masuk kita sedar tak hingar
Akibatnya anak muda terus setia menganut liberal
Terlupa membanding betapa perit anak-anak di negara luar
Bersandalkan botol mineral ; anak-anak kita enak bersandal mahal

Sumber asli : puisikabur.blogspot
Dicatat oleh madziani di 11.43 Tidak ada komentar:
Label: aksara, copy paste

Rabu, April 18

Estetika


6 April 2012

Peribadi : Antara sebab kenapa saya sangat mudah jatuh suka dengan cerita Inggeris lama-lama tahun 70-80-90an ialah cara pemakaian mereka dan cara mereka bercakap. Sangat tertib dan sedap mata memandang. Mereka seolah dididik dengan baik. Adakala saya berharap dapat mencelus masuk laci meja study Nobita dan kembali ke masa lampau!

(Diya Kamaruzaman, 50,000)

Setuju!

Aku juga menyukai cerita Inggeris lama-lama. Ada nilai-nilai estetika yang benar-benar mampu menyentuh. 
Dicatat oleh madziani di 13.57 Tidak ada komentar:
Label: copy paste

Kamis, Februari 16

Kisah cinta paling romantis

Tumblr ni buat aku addicted. Rasa nak reblogged banyak-banyak semua benda yang aku baca.


Kisah ini diambil dari buku Jalan Cinta Para Pejuang, Salim A.Fillah

chapter aslinya berjudul “Mencintai sejantan ‘Ali”


Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya.


Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan!


‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.

”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali.

Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakr lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya.

Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab.. Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali.

Lihatlah berapa banyak budak Muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud.. Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insya Allah lebih bisa membahagiakan Fathimah.

’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin. ”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali.


”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.”



Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.


Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu.

Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum Muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh- musuh Allah bertekuk lutut.

’Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah. ’Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah ’Ali dan Abu Bakr. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ’Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, ’Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata, ”Aku datang bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan ’Umar..”

Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah. Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ’Umar melakukannya. ’Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi.


’Umar telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah. ”Wahai Quraisy”, katanya. ”Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ’Umar di balik bukit ini!” ’Umar adalah lelaki pemberani. ’Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. ’Umar jauh lebih layak. Dan ’Ali ridha.



Cinta tak pernah meminta untuk menanti.
Ia mengambil kesempatan.
Itulah keberanian.
Atau mempersilakan.
Yang ini pengorbanan.


Maka ’Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran ’Umar juga ditolak.

Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti ’Utsman sang miliarderkah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri.

Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adzkah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn ’Ubaidah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?

”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan. ”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi.. ”

”Aku?”, tanyanya tak yakin.

”Ya. Engkau wahai saudaraku!”

”Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?”

”Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”

’Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang.

”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan- pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya. Lamarannya berjawab, ”Ahlan wa sahlan!” Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi.


Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan.


”Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?”

”Entahlah..”

”Apa maksudmu?”

”Menurut kalian apakah ’Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban!”

”Dasar tolol! Tolol!”, kata mereka,

”Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya !”

Dan ’Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan ke kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang.

Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ’Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti. 


’Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!” Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti ’Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian.


Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fathimah berkata kepada ‘Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda ”

‘Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapa engkau mau manikah denganku? dan Siapakah pemuda itu?”

Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu”

Kemudian Nabi saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan aku untuk menikahkan Fatimah puteri Khadijah dengan Ali bin Abi Thalib, maka saksikanlah sesungguhnya aku telah menikahkannya dengan maskawin empat ratus Fidhdhah (dalam nilai perak), dan Ali ridha (menerima) mahar tersebut.”

Kemudian Rasulullah saw. mendoakan keduanya:

“Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak.” (kitab Ar-Riyadh An-Nadhrah 2:183, bab4). 


Sumber : defildaily

Nota : Sangat-sangat bahagia buat mereka yang berkira-kira melangkah ke fasa baru.
Dicatat oleh madziani di 02.15 4 komentar:
Label: copy paste, Perkongsian

Minggu, Desember 11

Well said


When asked about her Hijab by Journalists and how it is not proportionate with her level of intellect and education, she replied:
“Man in the early times was almost naked, and as his intellect evolved he started wearing clothes. What I am today and what I’m wearing represents the highest level of thought and civilization that man has achieved, and is not regressive. It’s the removal of clothes again that is regressive back to ancient times.”
- Noble Laurette from Yemen, Tawakul Karman


Wanita itu aurat, maka apabila ia keluar rumah, syaitan terus memandanginya (untuk menghias-hiasinya dalam pandangan lelaki sehingga terjadilah fitnah) - HR At-Tirmidzi



Dicatat oleh madziani di 22.01 2 komentar:
Label: copy paste, Refleksi diri

Kamis, Juli 28

Basikal

Artikel menarik tentang basikal. Terbaca di akhbar galakan menggunakan basikal di Eropah.

Mungkin perlu baca halangan 1 dahulu untuk lebih faham.

Kendatipun artikel ini ditulis 3 tahun sudah...

Artikel di bawah adalah dikopi pasta sahaja.

Basikal pada awalnya telah dicipta di Eropah pada abad ke-19 iaitu orang yang dikatakan paling awal mencipta basikal ialah Von Drais pada tahun 1817 dan kemudian basikal tersebut di patentkan pada tahun 1818. Namun ada teori yang mengatakan bahawa basikal telah di reka bentuk pada seawal tahun 1493 lagi iaitu oleh Giacomo Caprotti. Teori ini telah dibuktikan dengan terjumpanya gambar atau lakaran basikal yang dibuat oleh Giacomo Caprotti. Tak kira siapa yang paling awal mencipta basikal, ia telah menjadi sebuah kenderaan yang sangat popular di mana-mana negara pun. 

1817: Pada tahun ini Baron von Drais iaitu seorang rakyat Jerman telah mencipta basikal yang dinamakan Draisienne. Basikal ini diperbuat daripada kayu. Ianya mempunyai tempat duduk dan handle tetapi ia tidak mempunyai pedal(pengayuh). Pada masa itu, mereka menggerakkan basikal tersebut dengan cara mengayuh kaki ke lantai

http://i1211.photobucket.com/albums/cc433/abgmie/1869_Draisienne.jpg

1839: Pada tahun ini, seorang tukang besi berbangsa Scottish yang bernama Kirkpatrick Macmillan telah mencipta basikal yang boleh bergerak sendiri. Sistem bagi basikal ini ialah ia menggunakan sebatang besi yang terletak pada tayar hadapan yang dihubungkan dengan tuil pada tayar belakang. Basikal ini sangat iaitu seberat 56 punds dan hanya pengguna yang gagah sahaja yang mampu menunggang basikal ini.

1863: Pierre Michaux of Paris telah mencipta basikal yang diberi nama Michaux Velocipede. Basikal ini mempunya pedal dan tuas yang terletak dihadapan roda basikal. Basikal ini telah menjadi kenderaan tunggangan yang paling banyak dikeluarkan pada masa itu. Basikal ini juga dinamakan sebagai "boneshaker” dan ianya popular sehingga ke tahun 1870. 

http://i1211.photobucket.com/albums/cc433/abgmie/MichauxVelocipede2.jpg

1870: James Starley mencipta basikal yang boleh dikatakan sebuah basikal biasa dimana basikal tersebut mempunya roda hadapan yang besar manakala roda belakangnya pula adalah kecil sedikit dari roda hadapan. Ciri-ciri ini membenarkan penggunanya bergerak lebih jauh dalam apa bila melakukan setiap kayuhan. Untuk menunggang basikal ini, penggunanya perlulah mempunyai latihan dan skil yang tinggi kerana basikal ini sukar unutk ditunggang.

1884: H.J Larson telah mereka bentuk basikal yang digerakkan menggunakan rantai. Basikal ini dinamakan Safety. Roda basikal ini bersaiz medium dan ianya adalah lebih stabil dan mudah untuk ditunggang jikan dibandingkan dengan basikal Ordinary. 

http://i1211.photobucket.com/albums/cc433/abgmie/Safety.jpg

1885-1900: John Kemp Starley, iaitu anak buah James Starley telah mencipta basikal yang dinamakan Rover Safety.basikal ini sangat menarik keran ia mempunyai kerusi yang memberi keselesaan kepada penggunanya. Selain itu, pemegang basikal ini juga di pasang dengan”grip”. Basikal ini boleh dikatakan mempunya aspek keselamatan.

1888: John Boyd Dunlop telah mencipta tayar pneumatik iaitu tayar tersebuat berisi dengan udara. Tayar ini memberi tunggangan yang selesa kepada penunggangnya.

http://i1211.photobucket.com/albums/cc433/abgmie/PneumaticBicycle1.jpg

1890-an: Harga basikal telah jatuh dan ia mampu dimiliki oleh semua orang. Oleh itu ramai orang membeli basikal sebagai pengangkutan ke tempat kerja ataupun bersiar-siar. Sekitar tahun ini, kaum wanita melihat basikal sebagai tiket ke arah kebebasan. Kaum wanita dibenarkan menunggang basikal dengan memakai skirt. Susan B. Anthony berkata bahawa basikal telah membebaskan kaum wanita daripada segala benda yang ada di dunia ini.

Circa 1900: Seorang pengusaha Inggeris mencipta”wheel hub” yang mempunyai tiga kelajuan yang membenarkan penunggang berbasikal di kawasan yang berbukit.

Circa 1910: basikal untuk kanak-kanak mula dicipta dan dijual.

1940-an: “kick stand” basikal dicipta. Ia digunakan dalam perang. Pelumba basikal Eropah mula menggunakan “derailleur” yang mempunyai lima tahap kelajuan.

1963: Schwinn memperkenalkan Sting-Ray iaitu basikal pertama yang menggunakan tempat duduk “banana” dan mempunyai handle yang tinggi. Basikal Sting-Ray telah membuka jalan basikal BMX unutk menjadi terkenal pada tahun 1970-an. 

http://i1211.photobucket.com/albums/cc433/abgmie/Sting-Ray1.jpg

1960-an: Basikal yang mempunya gear 10-speed telah menjadi satu kemestian dalam reka bentuk sesuatu basikal.

1970-an: Akibat kesedaran terhadap alam sekitar, basikal telah menjadi kenderaan yang popular kerana ianya tidak menggunakan minyak. Dalam tahun 1978, jualan basikal di US adalah lebih tinggi berbanding dengan jualan kereta.

1984: roda bergigi ditambah pada bahagian gear menyebabkan kelajuan basikal bertambah dari 15 ke 18, 21 dan 24.

1986: Satu survey dibuat oleh The International Bicycle Fund. Hasil dari survey tersebut didapati bahawa basikal adalah sukan ke-3 paling popular selepas renang dan senam robik.

:) ..teknologi pembikinan basikal yang kekadang dianggap mudah oleh segelintir orang.









Dicatat oleh madziani di 22.59 Tidak ada komentar:
Label: copy paste, sejarah, semasa

Selasa, Juni 28

Chicken soup for the soul

Five Lessons About How To Treat People
— Author Unknown


1. First Important Lesson - “Know The Cleaning Lady”

During my second month of college, our professor gave us a pop quiz. I was a conscientious student and had breezed through the questions, until I read the last one: “What is the first name of the woman who cleans the school?”

Surely this was some kind of joke. I had seen the cleaning woman several times. She was tall, dark-haired and in her 50s, but how would I know her name? I handed in my paper, leaving the last question blank. Just before class ended, one student asked if the last question would count toward our quiz grade.

“Absolutely,” said the professor. “In your careers, you will meet many people. All are significant. They deserve your attention and care, even if all you do is smile and say “hello.”

I’ve never forgotten that lesson. I also learned her name was Dorothy.

2. Second Important Lesson - “Pickup In The Rain”
One night, at 11:30 p.m., an older African American woman was standing on the side of an Alabama highway trying to endure a lashing rainstorm. Her car had broken down and she desperately needed a ride. Soaking wet, she decided to flag down the next car.

A young white man stopped to help her, generally unheard of in those conflict-filled 1960s. The man took her to safety, helped her get assistance and put her into a taxicab.

She seemed to be in a big hurry, but wrote down his address and thanked him. Seven days went by and a knock came on the man’s door. To his surprise, a giant console color TV was delivered to his home.

A special note was attached. It read: “Thank you so much for assisting me on the highway the other night. The rain drenched not only my clothes, but also my spirits. Then you came along. Because of you, I was able to make it to my dying husband’s bedside just before he passed away. God bless you for helping me and unselfishly serving others.”

Sincerely, Mrs. Nat King Cole.

3. Third Important Lesson - “Remember Those Who Serve”
In the days when an ice cream sundae cost much less, a 10 year-old boy entered a hotel coffee shop and sat at a table. A waitress put a glass of water in front of him. “How much is an ice cream sundae?” he asked. “50¢,” replied the waitress.

The little boy pulled his hand out of his pocket and studied the coins in it.

“Well, how much is a plain dish of ice cream?” he inquired. By now more people were waiting for a table and the waitress was growing impatient. “35¢!” she brusquely replied.

The little boy again counted his coins. “I’ll have the plain ice cream,” he said. The waitress brought the ice cream, put the bill on the table and walked away. The boy finished the ice cream, paid the cashier and left.

When the waitress came back, she began to cry as she wiped down the table. There, placed neatly beside the empty dish, were two nickels and five pennies. You see, he couldn’t have the sundae, because he had to have enough left to leave her a tip.


4. Fourth Important Lesson - “The Obstacles In Our Path”

In ancient times, a King had a boulder placed on a roadway. Then he hid himself and watched to see if anyone would remove the huge rock. Some of the king’s wealthiest merchants and courtiers came by and simply walked around it. Many loudly blamed the King for not keeping the roads clear, but none did anything about getting the stone out of the way.

Then a peasant came along carrying a load of vegetables. Upon approaching the boulder, the peasant laid down his burden and tried to move the stone to the side of the road. After much pushing and straining, he finally succeeded. After the peasant picked up his load of vegetables, he noticed a purse lying in the road where the boulder had been. The purse contained many gold coins and a note from the King indicating that the gold was for the person who removed the boulder from the roadway. The peasant learned what many of us never understand - “Every obstacle presents an opportunity to improve our condition.”

5. Fifth Important Lesson - “Giving When It Counts”

Many years ago, when I worked as a volunteer at a hospital, I got to know a little girl named Liz who was suffering from a rare and serious disease. Her only chance of recovery appeared to be a blood transfusion from her 5-year-old brother, who had miraculously survived the same disease and had developed the antibodies needed to combat the illness. The doctor explained the situation to her little brother, and asked the little boy if he would be willing to give his blood to his sister. I saw him hesitate for only a moment before taking a deep breath and saying, “Yes, I’ll do it if it will save her.”

As the transfusion progressed, he lay in bed next to his sister and smiled, as we all did, seeing the color returning to her cheeks. Then his face grew pale and his smile faded. He looked up at the doctor and asked with a trembling voice, “Will I start to die right away?”.

Being young, the little boy had misunderstood the doctor; he thought he was going to have to give his sister all of his blood in order to save her.
Dicatat oleh madziani di 00.57 Tidak ada komentar:
Label: copy paste

Kamis, Agustus 19

Memperingati

WS Rendra

Saya meminati puisi-puisi almarhum pak WS Rendra. Bahasa biasa. Tetap indah. Penulisan beliau benar-benar menyentuh, mengajak saling ikut fikir akan hal-hal yang kita lakukan. Penulisan yang menginsafkan diri. Semoga, di setiap bait-bait kata dan segala yang beliau tinggalkan dijadikan harta berharga untuk beliau kelak.

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,

bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,

bahwa mobilku hanya titipan Nya,

bahwa rumahku hanya titipan Nya,

bahwa hartaku hanya titipan Nya,

bahwa putraku hanya titipan Nya,

tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?

Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?

Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah

kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,



kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,

aku ingin lebih banyak harta,

ingin lebih banyak mobil,

lebih banyak rumah,

lebih banyak popularitas,

dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,

Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.

Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika :

aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan

Nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih.

Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...

"ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"


nota : ingin benar saya menulis sebegini...
Dicatat oleh madziani di 23.32 Tidak ada komentar:
Label: copy paste, Refleksi diri

Sabtu, Juli 31

pada suatu pagi hari

Maka pada suatu pagi hari
ia ingin sekali menangis
sambil berjalan tunduk sepanjang lorong itu.
Ia ingin pagi itu hujan turun rintik-rintik dan lorong sepi
agar ia bisa berjalan sendiri saja sambil menangis
dan tak ada orang bertanya kenapa.


Ia tidak ingin menjerit-jerit berteriak-teriak
mengamuk memecahkan cermin membakar tempat tidur.
Ia hanya ingin menangis lirih saja
sambil berjalan sendiri dalam hujan rintik-rintik di lorong sepi
pada suatu pagi

Sapardi Djoko Damono, 1973

Ini jam 3 pagi. Baru aku sedar betapa aku telah memaksakan diri aku terlalu banyak. Kadang-kadang, aku ingin jadi lurus, tanpa memendam sebarang rasa. Ingin aku luahkan segala apa yang aku rasa. Ingin aku ekspresikan apa yang ingin aku tunjukkan. Aku pendam terlalu lama, ibarat makan hati berulam jantung.

Ikhlas ani, ikhlas. Sia-sialah nanti.


Dicatat oleh madziani di 04.00 4 komentar:
Label: copy paste, curhat

Jumat, Juli 16

Wong Fei Hung


sumber: isiukm

Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China . Dalam filem itu, karakter Wong Fei Hung dimainkan oleh aktor terkenal Hong Kong , Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?

Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Perubatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga imej kekuasaan Komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab- kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu penrubatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik perubatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu perubatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pesakit klinik keluarga Wong yang meminta bantuan perubatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar kos perubatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pesakit yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah memilih bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pilih kasih. Secara rahsia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch'in yang rasuah dan penindas. Dinasti Ch'in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Wong Fei-Hung mula mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarnya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung berjaya melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang menjadi lagenda. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, abang seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang terlepas dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch'in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch'in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea ). Jika saja pemerintah Ch'in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepun), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu nescaya akan berjaya mengusir pendudukan Dinasti Ch'in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli perubatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berjaya mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berjaya menewaskan lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karana ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton . Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena isteri-isterinya meninggal dalam usia pendek. Setelah isteri ketiganya meninggal, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad'afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya.Wong Fei-Hung meninggal dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amiin.

"ISLAM MEMIMPIN TRANSFORMASI UMMAH"

nota : bagaimanalah, sudah berpuluh kali menonton kisah Wong Fei Hung ni, kuingatkan wataknya hanyalah khayalan semata, imaginasi pembikin filem.
nota: semestinya copas seratus persen deh!
Dicatat oleh madziani di 23.37 Tidak ada komentar:
Label: copy paste

Rabu, Mei 26

Lelaki Penggenggam Hujan

Salam,

Ini sesuatu yang patut dikongsi bersama. Ia mungkin panjang, malah lebih panjang dari entri-entri saya, namun ambillah masa barang sekejap. Penulisan dari hati, membawa kepada satu penafsiran baru tentang cinta. Kita boleh memilih untuk melogikakan cinta. Ia adalah pilihan bebas tanpa ada kekangan.



(I)

Lelaki ini adalah Otak Staretegi Perang “Parit”
Di Madinah, seorang Muslimah telah mengambil hatinya
Bukan sebagai KEKASIH….
Tapi sebagai sebuah PILIHAN..

Pilihan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci.
Menikah.

Iya hanya Menikah, jalan itu…
Tapi Madinah adalah tempat asing untuknya…
Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya
Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang….
Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah
berbicara untuknya dalam khithbah…
Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abud Darda’.
”Subhanallaah.. wal hamdulillaah..”, girang Abud Darda’ mendengarnya
Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan.

Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah.

Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.

”Saya adalah Abud Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abud Darda’ bicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.

”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”Menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.” Tuan rumah memberi isyarat ke arah hijab yang di belakangnya sang puteri menanti dengan segala debar hati.

”Maafkan kami atas keterus terangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman.

Namun jika Abud Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”

Jelas sudah. Keterusterangan yang mengejutkan, ironis, sekaligus indah. Sang puteri lebih tertarik kepada pengantar dari pada pelamarnya!

Itu mengejutkan dan ironis. Tapi saya juga mengatakan indah karena satu alasan; reaksi Salman. Bayangkan sebuah perasaan, di mana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati.

Bayangkan sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran; bahwa dia memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya. Mari kita dengar ia bicara.

”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abud Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!”

Cinta memang tak harus memiliki…

(II)

Lelaki ini adalah Khalifah ke empat, setelah Usman bin Affan…
Dia memandang seorang bocah perempuan
Di pelataran rumah seorang sahabatnya…
‘Aisyah binti Thalhah.
Nama bocah perempuan itu…..

Maka berkelebatlah Kenangan
Tentang sahabatnya itu ….Thalhah

Thalhah lah lelaki yang mengatakan
Pada perang Uhud
“Khudz bidaamii hadzal yauum, hattaa tardhaa…”
“ Ya Allah, ambil darahku hari ini sekehendakMu hingga Engkau ridha.”
Tombak, pedang, dan panah yang menyerpih tubuh dibiarkannya, dipeluknya badan sang Nabi seolah tak rela seujung bulu pun terpapas.

Tapi ia juga yang membuat Arsy Alloh bergetar dengan perkataannya
Maka Alloh menurunkan firmanNya kepada Sang Nabi dalam ayat kelima puluh tiga surat Al Ahzab.

Ini di sebabkan
Ketika Thallhah berbincang dengan ‘Aisyah, isteri sang Nabi, yang masih terhitung sepupunya

Rasulullah datang, dan wajah beliau pias tak suka.
Dengan isyarat, beliau Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam meminta ‘Aisyah masuk ke dalam bilik.

Wajah Thalhah memerah. Ia undur diri bersama gumam dalam hati,
“Beliau melarangku berbincang dengan ‘Aisyah. Tunggu saja, jika beliau telah diwafatkan Allah, takkan kubiarkan orang lain mendahuluiku melamar ‘Aisyah.”

Maka bergetarlah Langit
“Dan apabila kalian meminta suatu hajat kepada isteri Nabi itu, maka mintalah pada mereka dari balik hijab. Demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka. Kalian tiada boleh menyakiti Rasulullah dan tidak boleh menikahi isteri-isterinya sesudah wafatnya selama-lamanya.”
(QS Al Azhab 53)

Ketika ayat itu dibacakan padanya, Thalhah menangis. Ia lalu memerdekakan budaknya, menyumbangkan kesepuluh untanya untuk jalan Allah, dan menunaikan haji dengan berjalan kaki sebagai taubat dari ucapannya.

Kelak, tetap dengan penuh cinta dinamainya putri kecil yang disayanginya dengan asma ‘Aisyah.
‘Aisyah binti Thalhah.
Wanita jelita yang kelak menjadi permata zamannya dengan kecantikan, kecerdasan, dan kecemerlangannya.
Persis seperti ‘Aisyah binti Abu Bakr yang pernah dicintai Thalhah.

Cinta memang tak harus memiliki…

(III)

Lelaki ini adalah sebaik-baiknya Raja
Sepeninggal Khalifah ke empat Ali Bin Abu Thalib

Hatinya, bergetar dan ia tahu
Dia telah Jatuh cinta
Pada seorang Muslimah Sholeha…
Rakyatnya

Tak ada yang istimewa
Pada wanita itu dari segi kecantikannya
Justru itu lah yang membuatnya Jatuh Cinta

Maka dengan kekuasaanya
Ia menikahi wanita itu…

Tapi ia tak tahu
Ia tak pernah bisa
MENIKAHI HATI WANITA ITU……

Wanita itu telah melatakan hatinya
Pada pemuda desanya….

Hingga di keheningan malam
Di 1/3 terakhir
Terdengarlah olehnya
Bait-bait
Puisi dalam lantunan Doa….
Tentang kerinduannya
Pada pemuda desa itu…

Ia sadar
Ini adalah DEKLARASI JIWA istrinya
“Aku Tak Mencintaimu”

Maka dengan berat hati
Ia ceraikanlah istrinya

Lelaki ini adalah Muawiyyah bin Abu Sofyan
Duta pertama dari Rasulullah Saw
Yang datang dan melaporkan keadaan Kepulauan Nusantara
Kepada Nabi Saw

Cinta memang tak harus memiliki…

(IV)

Lelaki ini adalah IDEOLOG IKHWANUL MUSLIMIN
Orang no 2 yang sangat berpengaruh setelah Hasan AlBanna, pada Harokah itu..

Ia adalah lelaki Sholeh
Dulu ia pernah jatuh cinta pada gadis desanya
Namun gadis desa itu menikah
3 tahun setelah Lelaki ini pergi belajar ke luar negeri untuk Belajar
hal ini membuat ia sedih
namun ia tak mau larut dalam kesedihannya

kisah cintanya ia mulai dari awal lagi.
Ia kemudian jatuh hati pada Wanita Kairo.
Meskipun tidak terlalu cantik,
Ia tertarik pada gelombang unik yang keluar dari sorot mata wanita tesebut.

Tapi pengakuan bahwa gadis tersebut pernah menjalin cinta dengan laki-laki lain, membuat runtuh cinta lelaki ini

Ia hanya ingin wanita yang benar-benar perawan, baik fisik maupun hatinya
Akhirnya Ia membatalkan menikahi gadis tersebut.
Hal ini membuat Lelaki itu sedih cukup lama….

Sampai kemudian ia putuskan untuk menerima kembali wanita tersebut
Namun apa yang terjadi?? Ditolak.
Inilah yang kemudian membuat lelaki itu menulis roman-roman kesedihannya.

Yang luar biasa adalah, Lelaki Ini sadar dirinya berada dalam alam realitas.
Bukan dalam dunia ideal yang melulu posesif, indah dan ideal.

Kalau cinta tak mau menerimanya, biarlah ia mencari energi lain yang lebih hebat dari cinta. “Allah”,

Energi itulah yang kemudian membawanya ke penjara selama 15 tahun.
Menulis karya monumentalnya Tafsir “Fi Zilaalil Qur’an” (dalam naungan al qur’an).

Dan Syahid di tiang gantungan.
Sendiri!!!
Tidak ada air mata, tidak ada kecupan, tidak ada sentuhan wanita.
Benar-benar sendirian!!

Lelaki ini adalah
SAYYID QUTHB

Lelaki yang Alloh Maha Tahu…
Bahwa dirinya Lebih di HAJATKAN LANGIT…
Daripada wanita bumi….

Cinta memang tak harus memiliki…

Pada Salman…
Pada Thalhah
Pada Mu’awiyyah
Dan
Pada Sayyid Quthb

Kita belajar
Bahwa cinta itu harus di letakan di tangan
Bukan di hati
Karena sebelum deklarasi Akad di Ucapkan
Tak ada Hak pada dirimu….!!!
Tentang Wanita yang engkau cintai itu…..!!

Engkau hanya punya doa dan ikhtiar
Selanjutnya biarlah Alloh yang menentukan akhir kisah kita…..

Salman, Thalhah, Mu’awiyyah, Sayyid Quthb
Adalah LELAKI PENGGENGGAM HUJAN

Tak ada air mata..
Untuk mengenang kegagalan cinta mereka

Yang ada adalah air mata
Dalam doa-doa mereka
Semoga Alloh memberikan gantinya yang lebih baik
Lebih dari segala-galanya..
Di banding wanita itu…..

Sahabat…
Engkau pun Lelaki Penggenggam Hujan
Maka
Jangan Bersedihlah…

di tulis di hangatnya waktu dhuha… di sejuknya udara Bandung….

Hamzah Al-Mubarok

kredit buat  balqis

nota : sharing is caring. owh, betapa kini saya sangat merindui Indonesia. Merindui Bandung....
Dicatat oleh madziani di 00.58 4 komentar:
Label: copy paste, membesar itu bukan perkara mudah, Perkongsian

Kamis, April 29

dilema poligami

Tadinya
Saya berhasrat untuk segera
Karna katanya
Itu sunnah rasul saya
Kebiasaan para sahabat dan pengikutnya
Tiba-tiba semua asa hilang entah kemana
Tanpa dinyana

Baiklah, saya batalkan saja itu rencana
Tapi tak apa
Sungguh tidak apa-apa
Toh, sebenarnya saya sudah menjalankannya
meskipun bukan dengan manusia
Belum dengan makhluknya yang paling sempurna

Sudah ada tiga yang meminang saya
Yang pertama bernama agama
Yang kedua biasa dipanggil negara
Dan ketiga adalah buku-buku saya
Kalaupun ada dia
Dia hanya bakal jadi nomor empat kedudukannya
“Jadi sepertinya tidak perlu segera,” pikir saya

Dengan pasangan yang berjumlah tiga saja
Saya belum bisa adil, kata mereka
Padahal hampir tiap hari saya layani ketiganya
Sesering mungkin kami bersenggama

Saya puas, lemas, tapi tidak dengan mereka
“Sujudmu terlalu prematur!” kata Agama
“Gerakanmu minimal, kurang liar!” ujar Negara
“Stamina matamu payah, terlalu cepat lelah!” Buku-buku turut bersuara
“Jangan dulu coba-coba cari si nomor empat!” ketiganya kompak bersabda
Yasudah, saya menurut saja

Saya tidak akan mencari, tapi jangan salahkan si nomor empat kalau dia mencari saya
Sementara, cukuplah cinta saya dibagi tiga

Lalu, sayup-sayup saya mendengar suara
“Kalau si nomor empat bisa membuat cintanya jadi berlipat, sehingga bisa dibagi rata berempat, baru kita ijinkan dia”
Ternyata itu suara mereka bertiga
Sedang menyidangkan perkara suaminya

Alm.WS.Rendra

~satu renungan juga teguran buatku~

nota: sudah, jangan dispekulasikan diriku lagi.
Dicatat oleh madziani di 23.33 6 komentar:
Label: copy paste

Selasa, Desember 29

Semalam

 

Aku pernah hadir di situ
Hari yang telah ku tinggalkan
Penuh dengan gelap
Tidak kenal apa itu cahaya

Dulunya aku yang gah
Aku yakin aku yang benar
Lorong itu saja lurus
Membawa aku ke destinasi

Tiap kata ku tepis
Mereka salah bentak ku
Mata pejam telinga pekak
Ku pasti hukama' dibelakangku

Jauh disudut jurang itu
Berontak dadaku keraguan
Tidak tahu apa tak kena
Jiwaku resah tanpa tenteram

Aku mula kembara
Yang tiada tahu ke mana
Berambalan citra terawang
Edari aku kesepian

Memalis aku ke paksina
Berharap afwah dariNya
Terus mencari
Lamun aku tiba pada ia

Kini aku temui karar
Bila akal dan fikir kuutama
Tidak perlu ragu akan percaya
kerna mereka bukan lagi hakimnya
 
note : aslinya bukan milikku
Dicatat oleh madziani di 18.51 Tidak ada komentar:
Label: copy paste

Senin, Maret 23

Poem to ponder

It was a gift from my matriculation teacher, Teacher Jamilah Bee.

BUSY

Everyday as I wake up at dawn,
My mind starts the moment I yawn,
There were many things to do, o dear!
That's why I hastily did my Subuh prayer,
I didn't have time to sit longer to praise the Lord,
To me rushing out after prayer is nothing odd?

Since school, I had been busy every minute,
Completing my tutorials and handing it in,
My quizzes took up most of my time always,
No time did I have to Allah to pray,
Too many things to do and zikir is rare,
For Allah, I really had no time to spare?

When I grew up and started my career,
Working all day to secure my future,
When I reached home, I preferred to have fun,
I chatted on the phone but I didn't read the Quran,
I spend too much time surfing the internet,
Sad to say, my faith was falling flat?

The only time I have left is weekends,
During which I prefer window shopping with my friends,
I couldn't spare time to go to the mosque,
I'm too busy, that's the BIG EXCUSE?

I did my prayer but did it so quickly,
After prayer, I didn't sit longer to reflect quietly,
I didn't have time to help the needy one,
I was loaded with work as my precious time runs

No time at all to visit a sick Muslim,
To orphans and elderly, I hardly lent a hand,
I'm too busy to do community service,
When there were gatherings, I helped the least.

My life is full of stress,
So I didn't counsel a Muslim in distress,
I didn't spend much time with my family,
Because I thought, doing so is a waste of time?

No time to share with a non-Muslim about Islam,
Even though I know, inviting causes no harm,
No time to do sunnah prayers at all,
All these contribute to my iman's fall.

I'm busy here and busy there,
I've no time at all, that's all I care,
I went to religious lessons, just once in a while,
'Coz I'm too busy making a pile.

I worked all day and slept all night,
Too tired for tahajjud and it seemed not right,
To me, earning a living was already tough,
So I only did basic deeds and that's not enough.

No time at all to admire God's creation,
No time to praise Allah and seek His compassion,
Although I know how short is my life,
For Islam I really didn't strive.

Finally the day comes, when the Lord calls for me,
And I stood before Him with my life's History,
I feel so guilty because I could have prayed more,
Isn't that what a Muslim lives for?
To thank Allah and to do more deeds,
And the Quran is for all of us to read.

Now at Judgement Day, I'm starting to fret,
I've wasted my life but it's too late to regret,
My entry to paradise depends on my good behaviour,
But I've not done enough nor did proper prayers.

My 'good deed book' is given from my right,
An angel opened my 'book' and read out my plight.

Then the angel chided me

' O you Muslim servant, you are the one,
who is given enough time, yet not much is done,
do you know that you faith is loose,
Saying 'no time' is only an excuse,
Your 'good deed book' should be filled up more,
With all the good work you stood up for '

Hence, I only recorded those little good deeds,
As I say this, I know your eyes will mist,
I was about to write some more, you see
But i did not have THE TIME to list.
Dicatat oleh madziani di 07.33 4 komentar:
Label: copy paste, Perkongsian

Jumat, Januari 23

Kajian tentang tidur

Dah lama aku simpan email ni.
Tetibe rase nak share.

Public release date: 17-Nov-2008


Contact: William Harms
w-harms@uchicago.edu
773-702-8356
University of Chicago
Sleep helps people learn complicated tasks
Sleep also helps people recover forgotten skills

Sleep helps the mind learn complicated tasks and helps people recover learning they otherwise thought they had forgotten over the course of a day, research at the University of Chicago shows.

Using a test that involved learning to play video games, researchers showed for the first time that people who had "forgotten" how to perform a complex task 12 hours after training found that those abilities were restored after a night's sleep.

"Sleep consolidated learning by restoring what was lost over the course of a day following training and by protecting what was learned against subsequent loss," said Howard Nusbaum, Professor of Psychology at the University of Chicago, and a researcher in the study. "These findings suggest that sleep has an important role in learning generalized skills in stabilizing and protecting memory."

The results demonstrate that this consolidation may help in learning language processes such as reading and writing as well as eye-hand skills such as tennis, he said.

For the study, researchers tested about 200 college students, most of whom were women, who had little previous experience playing video games. The team reported the findings in the paper, "Consolidation of Sensorimotor Learning During Sleep," in the current issue of Learning and Memory. Joining Nusbaum in the research were lead author Timothy Brawn, a graduate student in Psychology at the University; Kimberly Fenn, now an Assistant Professor of Psychology at Michigan State University; and Daniel Margoliash, Professor in the Departments of Organismal Biology & Anatomy and Psychology at the University.

The team had students learn video games containing a rich, multisensory virtual environment in which players must use both hands to deal with continually changing visual and auditory signals. The first-person navigation games require learning maps of different environments.

For the study, researchers used first-person shooter games, with the goal of killing enemy bots (software avatars that play against the participant) while avoiding being killed.

The subjects were given a pre-test to determine their initial performance level on the games. Then they were trained to play the games and later tested on their performance. One group was trained in the morning and then tested 12 hours later after being awake for that time. A second group was trained in the morning and then tested the next day, 24 hours after being trained. Another group was trained in the evening, then tested 12 hours after a night's sleep and a fourth group was trained in the evening and then also tested 24 hours after training.

When trained in the morning subjects showed an 8 percentage point improvement in accuracy immediately after training. However after 12 waking hours following training, subjects lost half of that improvement when tested in the evening. When subjects were tested the next morning 24 hours after training, they showed a 10 percentage point improvement over their pre-test performance.

"The students probably tested more poorly in the afternoon because following training, some of their waking experiences interfered with training. Those distractions went away when they slept and the brain was able to do its work," Nusbaum said.

Among the students who received evening training, scores improved by about 7 percentage points, and went to 10 percentage points the next morning and remained at that level throughout the day.

The study follows Fenn, Nusbaum and Margoliash's earlier work, published in Nature, which showed for the first time that sleep consolidates perceptual learning of synthetic speech.

"In that study we showed that if after learning, by the end of the day, people 'forgot' some of what was learned, a night's sleep restored this memory loss," Nusbaum said. "Furthermore a night's sleep protected memory against loss over the course of the next day."

The latest study expanded that work to show that sleep benefits people learning complicated tasks as well, Nusbaum said.

more info:please visit this site.
Aku pun dah lupa mana artikelnye.
Dicatat oleh madziani di 23.14 2 komentar:
Label: copy paste, Perkongsian

Jumat, Januari 16

Ingat Mati,ANTIBIOTIC 4

Salam.

Pernah terfikir pasal mati?
Apa yang kamu buat bila kamu ingat mati?
Apa perasaan kamu bila ingat mati?
Aku pernah bertanya pada sahabat-sahabat aku semasa kumpulan belajar suatu ketika dahulu.
Ada yang menjawab

Pertingkat amal ibadah.
Takut.

Alhamdulillah.
Aku berkesempatan menulis tentang ANTIBIOTIC 4 yang aku hadiri hampir sebulan lepas.
Apa kaitan mati dengan entri kali ini?

Salah satu slot kami semasa di Semarang adalah bersama Encik Solikhin Abu 'Izzudin,penulis buku bestseller 'From Zero to Hero'.Satu buku yang sangat bagus bagi mereka yang ingin melakukan perubahan dalam hidup.

Motivation Training:Deadline your Life!Ingat Mati agar Hidupmu Lebih Berarti.

"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu.Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga,sungguh,dia memperoleh kemenangan.Kehidupan dunia adalah kesenangan yang memperdaya" (Al-Imran 3:185)

Bila ditanya perasaan kita tentang mati,semestinya ada menyatakan takut.Dan ada menyatakan pertingkat amal ibadah.Itulah peri pentingnya mengingati mati.Supaya kita akan lebih menghargai waktu di dunia ini.Agar kita menjalani hidup ini dengan lebih produktif.

Adakah kita yakin kita mampu hidup pada hari esok?
Semestinya tidak.Sekelip mata sahaja nyawa ini boleh pergi begitu sahaja.Lihat sajalah pada pemain bola sepak yang mati secara mengejut di atas padang atau mereka yang meninggal dunia akibat serangan jantung.Tidak ada amaran awal,sepantas kilat nyawa sudah melayang.Bilakah datangnya kiamat?Apa persiapan yang telah kita buat?Ingatlah kematian begitu dekat menghampiri kita.Oleh itu:

1.Bermulalah dengan cita-cita yang besar,dan jadikan ia suatu kenyataan.Demi mencapai target kita harus berlari lebih cepat.Jangan mudah putus asa.Think big,act small.
2.Tutup masa lalu,tatap masa depan dan jalanilah hari ini.Hal-hal remeh selalu menjadi tumpuan sehingga kita melupakan hal-hal besar,yang menjadikan kita manusia biasa yang sememangnya biasa.
3.Jangan pernah menunda.Bertangguh itu pencuri masa.Boleh jadi kita sudah tidak ada lagi di dunia untuk melakukan segala benda yang pernah kita kata "ala,nantila aku buat"-Teguran untuk aku jugak
4.Lakukan yang terbaik.Lakukan segala kebaikan.Harakah to barakah.Bergerak untuk mendapat berkat.
5.Mulailah dengan tujuan akhir.Bak kata Stephen Covey dalam buku 7 habits:Begin with the end in mind.Bilakah datangnya kiamat.Apa persiapan kita?


Inilah summary sepanjang seminar tersebut yang aku kopi pasta dari blog Aishah.Tuan blog dah bagi greenlight

In sumarry..:
1. Combine the Islamic and scientific knowledge together in treating Muslim patients..We learnd about how zikr and tahajud can heal some chronic illness like cancer.
2. One importent component of good health are spiritual health…I totally agree with that. Related to wat I’ve learned during neurobehavior system, the power of mind to ur body is extraordinary .For example: the placebo effect; the doct kind of trict u by giving u a fake medicine and u totally believe dat u’ll be better if u took it…and its true, the patient does get better.its all because of the power of Spiritual health.
3. Prayer is important!!it can contribute to spiritual health.We can also propose the non muslim patients to pray according to their own religion
4. Health is Physical,emotional,social and economy(holistic outlook)
5. Continue to do ur ibadah to allah even though u r sick…when there’s a will theres a way..there are ways in doing prayers during sick..Islam is simple, not a burden!
6. Always improve ur habblunminallah (relationship with Allah),relationship with the environment& surroundings and hablunminannas( relationship among humans)
7. Deadline ur life..always remember dat there’s always an end in a life..remember u’ll die someday.Thus, try to achieved anything u desire with passion and hard work…something like begin with the end in mind-Steven Covey,the 2nd habit
8. Be sincere
9. Control ur food quantity and quality.Eat when u are hungry and stop before too satisfied.On quality,choose balanced diet and halal of course
10. Health as Amanat Allah to us. Thus we need to good care of it.

Suara hati:
1.Selama 21 hari zinonis menyerang Gaza,hampir 1133 gugur syahid,separuhnya wanita dan kanak-kanak.Lebih 5000 cedera.Pemimpin senior Hamas Syaikh Shiam gugur syahid bersama 6 saudaranya serta 3 anaknya.Moga Allah memperteguhkan hati pejuang-pejuang Islam.
2.Esok 2 peristiwa penting bakal berlaku.Pilihanraya Kecil Kuala Terengganu dan Mesyuarat Agung PKPMI cabang Bandung.Apa lagi?Jalankan tanggungjawab kita sebagai ahli PKPMI.
3.Aku tak suka entri kali ni.Huhu.
4.Penulis tidak mempunyai semangat menulis sekarang.Sedang mencari hala tuju yang dirasakan jauh tersasar.



wassalam.
Dicatat oleh madziani di 21.35 4 komentar:
Label: alkisah, copy paste, Perkongsian, Refleksi diri
Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Peduli Palestin

FREE PALESTINE

Jom =)

Gunakan Bahasa Melayu Dengan Betul

berbagi cerita

  • ▼  2026 (2)
    • ▼  Mei (1)
      • Misi Jubah Ungu
    • ►  Januari (1)
  • ►  2025 (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2024 (6)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2023 (1)
    • ►  Agustus (1)
  • ►  2022 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Mei (1)
  • ►  2021 (1)
    • ►  Mei (1)
  • ►  2020 (10)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2019 (4)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (3)
  • ►  2018 (15)
    • ►  November (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2017 (10)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2016 (4)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2015 (7)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2014 (15)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2013 (12)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2012 (67)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (10)
    • ►  Maret (9)
    • ►  Februari (12)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2011 (68)
    • ►  Desember (9)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (8)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (9)
    • ►  Maret (10)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2010 (71)
    • ►  Desember (4)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (13)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (7)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (6)
    • ►  Januari (7)
  • ►  2009 (66)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (7)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (7)
    • ►  Maret (11)
    • ►  Februari (9)
    • ►  Januari (10)
  • ►  2008 (20)
    • ►  Desember (7)
    • ►  November (13)

About Me

Foto saya
madziani
Menulis adalah pilihan. Menulis hal-hal apa dan bagaimana menuliskannya juga pilihan. Alangkah indah jika menulis menjadi sebuah jalan untuk berjuang. Mensyiarkan hal-hal baik, memberikan pencerahan, inspirasi juga motivasi dan mengajak kepada jalan kebaikan. (Asma Nadia)
Lihat profil lengkapku
Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.