Scripta manent

Sesuatu yang tertulis

Kamis, Juni 10

fantasial

Punya masalah gak bisa tidur walaupun sudah jam 3.
Saya perlu menulis. Tidak puitis, tidak indah.
Garapan saat tangan pantas menulis bait-bait kata.
Tanpa hala tuju akan seperti apa garapan ini.

Nah,
memang bukan jagonya penyair

Pada asalnya ia cuma fantasial,
Garapan idea-idea nakal,
Saat aku masih hingusan,
Aku simpan rapat-rapat,
Ku biar Tuhan yang mendengarnya.

Aku cuba lari,
Lari dari kenyataan,
Kalau dunia itu
hanya igauan mimpi-mimpi yang tak sudah
atau,
tidak dapat tidak,
ingin aku lenyapkan saja
idea-idea nakal itu

namun,
fantasial itu mahu eksis,
hanya butuh waktu
sedikit-sedikit menjadi
manifestasi erti hidup ini
Dicatat oleh madziani di 03.53 Tidak ada komentar:
Label: rambling thought

Sabtu, Juni 5

Untukmu jiwa-jiwa kami

Dr George  Habesh, the wise man of revolution said

make a revolution and what you will loose is your cuffs and your tents


                                                       source : barukisuglimpse

"And what do we have to loose? We don't have anything to loose. When we die, we die as martyrs" - A Palestinian teenager.

My spirits rise up 180 degrees.
Dicatat oleh madziani di 02.05 Tidak ada komentar:
Label: Perkongsian, Refleksi diri

dah claim dah

"The Sunshine Award is awarded to bloggers whose positivity and creativity inspire others in the blogging world."For these 12 bloggers, please claim your award and...


i. Nominate 12 more bloggers.
ii. Put the logo onto your sidebar or within a post.
iii. Link the nominees within your post.
iv. Let the nominees know they have received this award by commenting on their respective blogs.
v. Share the love and link to the person from whom you have received the award.


Hurm, never thought that my entries positively inspired others. Banyak merapu and sedih-sedih je  : )
Tapi, disebabkan tak nak  mengecewakan hati sahabat saya, saya layan ja. Terima kasih Aishah atas hadiahnya. Saya tak ramai kawan nak bagi award ni, saya bagi pada mereka yang terlintas di fikiran je..

1. Suhaiza Mohamad . Sahabat lama saya. Sungguh tidak sangka kita mampu jadi rapat sampai sekarang. Kami punya personaliti yang sangat berbeza. Beliau sentiasa ceria dan sentiasa menggembirakan orang, saya punya sentiasa bermasam muka. Tapi beliau tahu bagaimana untuk menenangkan hati yang lara. Do keep it up, girl.

2. Fathen Suriati. Sahabat matriks saya. Mengenali beliau melalui rakan dorm saya. Beliau adalah seorang nomad semasa di matriks dahulu. Entri-entri beliau sangat bersahaja dan semestinya penuh dengan warna-warna keSURIAan. Dan benar. Saya juga tidak percaya kami masih mampu keep in touch.

3. Nurhasanah  Seorang sahabat kepada sahabat lama saya. Saya suka cara penulisan beliau. Penuh dengan informasi dan nasihat serta kritikan pedas. Beliau banyak menginspirasi pembaca tentang perihal dirinya. Pada saya, beliau benar-benar menulis dari hati. Beliau sangat suka photography. You can reach her via  her flickr.

4. Balqis Yahaya Pengikut pertama saya. Sangat suka blog beliau. Beliau sangat puitis. Susun kata dan alunan bahasa yang memikat jiwa. Penulisan biasa namun mendalam maknanya.Terima kasih kerana sudi menjadi responden bagi projek emel kami.

5. Mardhiah Masri Beliau sangat bersemangat waja. Saya sangat merindukan saat-saat saya menghabiskan masa di wad bersama beliau. Beliau gemar menulis sajak dan its really fits right into this empty heart.

6. Mieza Sudah terlalu lama blog ini dihiddenkan. Do write again dear. Beliau punya banyak benda untuk dikongsi. Dan sekali baca, anda mahu lagi.

Saya henti di sini. Saya senaraikan 6 sahaja. Fair enough right?
Dicatat oleh madziani di 01.26 2 komentar:
Label: catatan

Rabu, Mei 26

Lelaki Penggenggam Hujan

Salam,

Ini sesuatu yang patut dikongsi bersama. Ia mungkin panjang, malah lebih panjang dari entri-entri saya, namun ambillah masa barang sekejap. Penulisan dari hati, membawa kepada satu penafsiran baru tentang cinta. Kita boleh memilih untuk melogikakan cinta. Ia adalah pilihan bebas tanpa ada kekangan.



(I)

Lelaki ini adalah Otak Staretegi Perang “Parit”
Di Madinah, seorang Muslimah telah mengambil hatinya
Bukan sebagai KEKASIH….
Tapi sebagai sebuah PILIHAN..

Pilihan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci.
Menikah.

Iya hanya Menikah, jalan itu…
Tapi Madinah adalah tempat asing untuknya…
Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya
Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang….
Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah
berbicara untuknya dalam khithbah…
Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abud Darda’.
”Subhanallaah.. wal hamdulillaah..”, girang Abud Darda’ mendengarnya
Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan.

Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah.

Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.

”Saya adalah Abud Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abud Darda’ bicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.

”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”Menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.” Tuan rumah memberi isyarat ke arah hijab yang di belakangnya sang puteri menanti dengan segala debar hati.

”Maafkan kami atas keterus terangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman.

Namun jika Abud Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”

Jelas sudah. Keterusterangan yang mengejutkan, ironis, sekaligus indah. Sang puteri lebih tertarik kepada pengantar dari pada pelamarnya!

Itu mengejutkan dan ironis. Tapi saya juga mengatakan indah karena satu alasan; reaksi Salman. Bayangkan sebuah perasaan, di mana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati.

Bayangkan sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran; bahwa dia memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya. Mari kita dengar ia bicara.

”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abud Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!”

Cinta memang tak harus memiliki…

(II)

Lelaki ini adalah Khalifah ke empat, setelah Usman bin Affan…
Dia memandang seorang bocah perempuan
Di pelataran rumah seorang sahabatnya…
‘Aisyah binti Thalhah.
Nama bocah perempuan itu…..

Maka berkelebatlah Kenangan
Tentang sahabatnya itu ….Thalhah

Thalhah lah lelaki yang mengatakan
Pada perang Uhud
“Khudz bidaamii hadzal yauum, hattaa tardhaa…”
“ Ya Allah, ambil darahku hari ini sekehendakMu hingga Engkau ridha.”
Tombak, pedang, dan panah yang menyerpih tubuh dibiarkannya, dipeluknya badan sang Nabi seolah tak rela seujung bulu pun terpapas.

Tapi ia juga yang membuat Arsy Alloh bergetar dengan perkataannya
Maka Alloh menurunkan firmanNya kepada Sang Nabi dalam ayat kelima puluh tiga surat Al Ahzab.

Ini di sebabkan
Ketika Thallhah berbincang dengan ‘Aisyah, isteri sang Nabi, yang masih terhitung sepupunya

Rasulullah datang, dan wajah beliau pias tak suka.
Dengan isyarat, beliau Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam meminta ‘Aisyah masuk ke dalam bilik.

Wajah Thalhah memerah. Ia undur diri bersama gumam dalam hati,
“Beliau melarangku berbincang dengan ‘Aisyah. Tunggu saja, jika beliau telah diwafatkan Allah, takkan kubiarkan orang lain mendahuluiku melamar ‘Aisyah.”

Maka bergetarlah Langit
“Dan apabila kalian meminta suatu hajat kepada isteri Nabi itu, maka mintalah pada mereka dari balik hijab. Demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka. Kalian tiada boleh menyakiti Rasulullah dan tidak boleh menikahi isteri-isterinya sesudah wafatnya selama-lamanya.”
(QS Al Azhab 53)

Ketika ayat itu dibacakan padanya, Thalhah menangis. Ia lalu memerdekakan budaknya, menyumbangkan kesepuluh untanya untuk jalan Allah, dan menunaikan haji dengan berjalan kaki sebagai taubat dari ucapannya.

Kelak, tetap dengan penuh cinta dinamainya putri kecil yang disayanginya dengan asma ‘Aisyah.
‘Aisyah binti Thalhah.
Wanita jelita yang kelak menjadi permata zamannya dengan kecantikan, kecerdasan, dan kecemerlangannya.
Persis seperti ‘Aisyah binti Abu Bakr yang pernah dicintai Thalhah.

Cinta memang tak harus memiliki…

(III)

Lelaki ini adalah sebaik-baiknya Raja
Sepeninggal Khalifah ke empat Ali Bin Abu Thalib

Hatinya, bergetar dan ia tahu
Dia telah Jatuh cinta
Pada seorang Muslimah Sholeha…
Rakyatnya

Tak ada yang istimewa
Pada wanita itu dari segi kecantikannya
Justru itu lah yang membuatnya Jatuh Cinta

Maka dengan kekuasaanya
Ia menikahi wanita itu…

Tapi ia tak tahu
Ia tak pernah bisa
MENIKAHI HATI WANITA ITU……

Wanita itu telah melatakan hatinya
Pada pemuda desanya….

Hingga di keheningan malam
Di 1/3 terakhir
Terdengarlah olehnya
Bait-bait
Puisi dalam lantunan Doa….
Tentang kerinduannya
Pada pemuda desa itu…

Ia sadar
Ini adalah DEKLARASI JIWA istrinya
“Aku Tak Mencintaimu”

Maka dengan berat hati
Ia ceraikanlah istrinya

Lelaki ini adalah Muawiyyah bin Abu Sofyan
Duta pertama dari Rasulullah Saw
Yang datang dan melaporkan keadaan Kepulauan Nusantara
Kepada Nabi Saw

Cinta memang tak harus memiliki…

(IV)

Lelaki ini adalah IDEOLOG IKHWANUL MUSLIMIN
Orang no 2 yang sangat berpengaruh setelah Hasan AlBanna, pada Harokah itu..

Ia adalah lelaki Sholeh
Dulu ia pernah jatuh cinta pada gadis desanya
Namun gadis desa itu menikah
3 tahun setelah Lelaki ini pergi belajar ke luar negeri untuk Belajar
hal ini membuat ia sedih
namun ia tak mau larut dalam kesedihannya

kisah cintanya ia mulai dari awal lagi.
Ia kemudian jatuh hati pada Wanita Kairo.
Meskipun tidak terlalu cantik,
Ia tertarik pada gelombang unik yang keluar dari sorot mata wanita tesebut.

Tapi pengakuan bahwa gadis tersebut pernah menjalin cinta dengan laki-laki lain, membuat runtuh cinta lelaki ini

Ia hanya ingin wanita yang benar-benar perawan, baik fisik maupun hatinya
Akhirnya Ia membatalkan menikahi gadis tersebut.
Hal ini membuat Lelaki itu sedih cukup lama….

Sampai kemudian ia putuskan untuk menerima kembali wanita tersebut
Namun apa yang terjadi?? Ditolak.
Inilah yang kemudian membuat lelaki itu menulis roman-roman kesedihannya.

Yang luar biasa adalah, Lelaki Ini sadar dirinya berada dalam alam realitas.
Bukan dalam dunia ideal yang melulu posesif, indah dan ideal.

Kalau cinta tak mau menerimanya, biarlah ia mencari energi lain yang lebih hebat dari cinta. “Allah”,

Energi itulah yang kemudian membawanya ke penjara selama 15 tahun.
Menulis karya monumentalnya Tafsir “Fi Zilaalil Qur’an” (dalam naungan al qur’an).

Dan Syahid di tiang gantungan.
Sendiri!!!
Tidak ada air mata, tidak ada kecupan, tidak ada sentuhan wanita.
Benar-benar sendirian!!

Lelaki ini adalah
SAYYID QUTHB

Lelaki yang Alloh Maha Tahu…
Bahwa dirinya Lebih di HAJATKAN LANGIT…
Daripada wanita bumi….

Cinta memang tak harus memiliki…

Pada Salman…
Pada Thalhah
Pada Mu’awiyyah
Dan
Pada Sayyid Quthb

Kita belajar
Bahwa cinta itu harus di letakan di tangan
Bukan di hati
Karena sebelum deklarasi Akad di Ucapkan
Tak ada Hak pada dirimu….!!!
Tentang Wanita yang engkau cintai itu…..!!

Engkau hanya punya doa dan ikhtiar
Selanjutnya biarlah Alloh yang menentukan akhir kisah kita…..

Salman, Thalhah, Mu’awiyyah, Sayyid Quthb
Adalah LELAKI PENGGENGGAM HUJAN

Tak ada air mata..
Untuk mengenang kegagalan cinta mereka

Yang ada adalah air mata
Dalam doa-doa mereka
Semoga Alloh memberikan gantinya yang lebih baik
Lebih dari segala-galanya..
Di banding wanita itu…..

Sahabat…
Engkau pun Lelaki Penggenggam Hujan
Maka
Jangan Bersedihlah…

di tulis di hangatnya waktu dhuha… di sejuknya udara Bandung….

Hamzah Al-Mubarok

kredit buat  balqis

nota : sharing is caring. owh, betapa kini saya sangat merindui Indonesia. Merindui Bandung....
Dicatat oleh madziani di 00.58 4 komentar:
Label: copy paste, membesar itu bukan perkara mudah, Perkongsian

Jumat, Mei 21

Optimis itu perlu

Senior saya cakap,

menjadi doktor itu senang, sesenang lulus ujian, menjadi doktor yang baik itu susah, sesusah menjadi manusia yang baik

Saya bermonolog. Senang ke nak lulus ujian?

Sudah tiga minggu saya berada dalam posting ortopedik. Saya mula merasa letih. Letih hati. Jika sebelumnya saya letih fizik, kali ini saya benar-benar letih. Hatiku yang letih. Saya mencari-cari sinar baru untuk bangkit, mula tidak berfikir banyak-banyak. Lakuin aja ani, usah banyak ngomong dech. Namun, ianya semakin lama semakin pudar. Masa sih, hari ini saya begitu asyik sekali memperhatikan anatomi tangan dan segala macam urat serta fungsinya, besoknya saya dipertanyakan sang doktor akan sebegitu detail tentang anatominya lutut? Saya jadi buntu, kelu lidah tanpa sebaris kata. Semangat saya yang barusan ingin naik mula turun kembali.

Dan sekali lagi hati saya letih. Saya sanggup letih fizik, bukan letih hati. Hati apabila tenang, segala macam yang susah akan terlihat senang. Hati apabila ia segar, segala yang berat akan terlihat ringan. Mahu hati ini tidak letih. Tidak letih pada karenah sebahagian manusia, tidak letih pada segala macam cabaran, tidak letih pada segala macam tuntutan agama. Ya Rabbi, bantu hambamu ini yang masih tidak menemukan pusingan U-nya  : )
 
Mahu tahu. Saya di sini merungut bukan main akan banyaknya katil yang perlu dijaga. Padahal baru 10 katil, itu belum lagi ditolak katil di bawah team lain. Namun, senior saya di Unpad, sebahagian besar terpaksa menjaga hampir 25 pesakit sehari tanpa mengira team apa. fuh, banyak benar!


Ibnu Abbas RA ialah sahabat Nabi SAW yang digelar sebagai hibr al-ummah atau tinta umat kerana kehebatan ilmu, khasnya dalam memahami al-Quran seperti doa yang dimohon Baginda untuknya. Ibnu Abbas mempunyai pendirian unik dan patut kita miliki agar kita hidup tenang, tenteram dan bersahaja seperti beliau.

Ibnu Abbas berkata:

“Dalam diriku ada tiga keistimewaan; tidaklah hujan turun ke muka bumi, melainkan aku pasti memuji Allah dan bergembira dengannya, meskipun aku tidak mempunyai kambing dan unta; tidaklah aku mendengar seorang hakim yang berlaku adil kecuali aku sentiasa mendoakan kebaikan untuknya walaupun aku tidak mempunyai perkara apa pun yang mesti dia putuskan; dan tidaklah aku memahami maksud suatu ayat dalam kitab suci Allah, melainkan aku selalu ingin orang lain juga mengetahui isi ayat itu seperti aku mengetahuinya.”

Susah benar mahu menjadi manusia yang baik ni. Benar, benar, benar deh!

“Wahai Tuhan kami! Kurniakanlah kami rahmat daripada sisi-Mu dan beri kemudahan serta pimpinan kepada kami untuk keselamatan agama kami.” (Surah al-Kahfi: 10)
Dicatat oleh madziani di 18.58 4 komentar:
Label: catatan, Perkongsian, Refleksi diri

Sabtu, Mei 8

nota hati

buat seorang teman,
senyumlah,
ku rindu kamu

buat seorang teman,
bangkitlah,
ia kekuatan yang tiada banding

buat seorang teman,
teruskanlah,
my heart hurts when you dont

buat seorang teman,
bertahanlah,
dunia sekadar persinggahan

buat seorang teman,
berbahagialah,
tuhan tidak lupakan kamu

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepadaMu


nota:  buku yang banyak, tapi bukan saya punya. bermulanya minggu-minggu sebagai seorang pelajar.  orthopaedic~
Dicatat oleh madziani di 03.18 4 komentar:

Selasa, Mei 4

hurm

Aku sering merasakan ayah ada tulah. Asal tak bagitau je pe yang aku nak buat, pasti sesuatu berlaku. Nampak macam tak logik, tapi benar. Ayah memang ada tulah.

DBG 9041

Nombor plat motorsikal adik aku. Bangun je pepagi, motornya lesap. Dicuri orang.

Dalam hati, aku gelak bukan main. Tapi bila bercakap dengan adik aku tadi, aku act cool, konon kakak terbaik . Sape suruh buat ayah camtu. Aku sebagai kakak sangat sengal dengan kelakuan adik lelaki aku ni. Merajuk bukan main dengan ayah. Sampai sanggup keluar rumah balik kay el.

Seumur hidup, aku tak pernah dengar ayah tinggikan suara pada adik lelaki aku ni. Maklumlah, anak kesayangan. Aku sedih, sebab aku tahu aku bukan anak terbaik buat ayah. Ayah pernah marah aku, ayah pernah tinggikan suara dia kat aku dek kerana aku terlalu mengada-ngada masa menjadi kanak-kanak pra-matang dulu. Tapi aku tak kisah hal itu malah berterima kasih. Sekarang aku membesar jadi tukang tadah telinga dengar luahan hati ayah. Cool kan? Aku merasa tersangat dekat dengan ayah masa ayah luahkan perasaan dia, walaupun ayah sering marah-marah aku dek sedih dengan perangai adik lelaki aku. Dia marah adik aku, tapi aku yang kena marah. Nampak tak adilkan? Namun aku dah matang. Takdenya nak dengki-dengki ni. Bila ayah marah aku, berleter kat aku..aku amek amarah dia, leteran dia sebagai satu nasihat. Aku sedaya upaya mengelak dari melakukan hal yang sama sebab aku tahu aku bukan anak terbaik dia. Hanya sekarang berusaha menjadi sebaik mungkin buat ayah dan mak.

Buat adik,

Aku sedih. Kau tak tahu betapa ayah sayang kau.

Nota: bagi ibu bapa, anak-anak merupakan keutamaan mereka. mana pernah mereka meletakkan diri mereka yang utama. berfikirlah sebelum berbicara, segala yang dilakukan ibu bapa adalah untuk kebaikan anak-anak sebenarnya
Dicatat oleh madziani di 23.30 2 komentar:
Label: aku seorang anak
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Peduli Palestin

FREE PALESTINE

Jom =)

Gunakan Bahasa Melayu Dengan Betul

berbagi cerita

  • ▼  2026 (2)
    • ▼  Mei (1)
      • Misi Jubah Ungu
    • ►  Januari (1)
  • ►  2025 (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2024 (6)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2023 (1)
    • ►  Agustus (1)
  • ►  2022 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Mei (1)
  • ►  2021 (1)
    • ►  Mei (1)
  • ►  2020 (10)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2019 (4)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (3)
  • ►  2018 (15)
    • ►  November (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2017 (10)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2016 (4)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2015 (7)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2014 (15)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2013 (12)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2012 (67)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (10)
    • ►  Maret (9)
    • ►  Februari (12)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2011 (68)
    • ►  Desember (9)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (8)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Mei (6)
    • ►  April (9)
    • ►  Maret (10)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2010 (71)
    • ►  Desember (4)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (13)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (7)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (6)
    • ►  Januari (7)
  • ►  2009 (66)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (7)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (7)
    • ►  Maret (11)
    • ►  Februari (9)
    • ►  Januari (10)
  • ►  2008 (20)
    • ►  Desember (7)
    • ►  November (13)

About Me

Foto saya
madziani
Menulis adalah pilihan. Menulis hal-hal apa dan bagaimana menuliskannya juga pilihan. Alangkah indah jika menulis menjadi sebuah jalan untuk berjuang. Mensyiarkan hal-hal baik, memberikan pencerahan, inspirasi juga motivasi dan mengajak kepada jalan kebaikan. (Asma Nadia)
Lihat profil lengkapku
Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.