Selasa, Agustus 15

Abah


Ada masa aku rasa abah bakal pergi
Aku enyahkan jauh-jauh fikiran jahat tersebut
Memujuk
 Tuhan bersama prasangka hambaNya

Sejak kecil aku banyak bersama abah
Selesa berbual bersama abah
Berkongsi rasa takut dan sedih dengan abah
Sehingga banyak nasihat abah aku simpan
Buat panduan masa nanti

Pernah
Satu hari
Abah tinggikan suaranya padaku
Berkata 
Aku bukan anaknya

Kata-kata tersebut 
Merobek ruang hatiku yang terdalam
Terkesima aku
Aku tahan air mataku
Berharap butir bicara itu tidak dari abah

Lama berlalu
Abah kembali seperti abah
Aku berhenti mengomel perbuatan abah
Abah tidak suka pada pandangan aku
Mungkin
Entah
Tapi ia buat abah berbicara padaku
Mungkin pada abah
Aku tetap anak kecilnya
Yang mendengar butir bicaranya
Tidaklah dia sangka anaknya sudah dewasa

Bila diam dan mendengar
Adalah perkara yang paling abah sukai

Kini
Abah sering sakit
Dan ada masa-masa abah aktif bukan main
Bersihkan rumah
Berkebun  bagai
Dan bila abah sakit
Sepertinya ia sakit yang teruk

Untuk waktu-waktu kehadapan
Moga ia terisi dan diberkati
Moga Allah merahmatimu
Abah
Hero pertamaku




Tidak ada komentar: