Senin, Desember 27

Peduli Palestin

Originally not mine. A friend of mine ask me to check this poem and do some editting. Finally, this is the result.

In remembrance of Gaza attack 28 December 2008.

Ingatan kita padanya hanya bermusim,
Mekar indah ibarat musim bunga,
Hangat membara ibarat musim panas,
Ada ketika ingatan kita padanya
beku ibarat musim sejuk,
Atau hilang bersama dedaunan di musim luruh,
Pedulikah kita pada Palestin?

Kita mengaku bersaudara,
Allah itu Tuhan kita,
Muhammmad itu rasul kita,
Kita mengaku kita sedarah sedaging,
Sakit mereka, sakit kita,
Derita mereka, derita kita,
Tapi,
Di mana kita tatkala nyawa para pejuang
menjadi taruhan?
Di mana kita tatkala Zionis laknatullah
mengganas?
Di mana kita tatkala masjid Al Aqsa dicabuli
kesuciannya?
Di mana kita?
Pedulikah kita pada Palestin?





Relakah kita berdiam diri?
Tegakah kita,
Hanya sekadar memerhati?
Hamparan-hamparan
adegan serang balas yang tidak sudah,
Cebisan-cebisan
Kisah, ratapan dan rintihan saudara kita,
Apakah tiada sekelumit rasa buat mereka?
Pedulikah kita pada Palestin?

Sedarkah kita
Usaha apapun adalah kekuatan
Sedarkah kita
Doa kita bisa jadi benteng,
Benteng kekuatan,
Juga benteng kemenangan buat pejuang Palestin
Benteng paling ampuh buat mereka
Pedulikah kita pada Palestin?

Ayuh kalian yang bergelar muslim,
Juga kalian yang budiman,
Palestin hak kita bersama!
Kelak Palestin kan jadi milik kita,
Milik kita semua,
Ayuh peduli palestin.

Tidak ada komentar: