Minggu, Desember 19

kuasa wanita

Sudah lama tidak menjenguk blog sahabat. Hari ini saya menyempatkan melawat blog sahabat-sahabat saya. Terjumpa saya kata-kata dari allahyarham Malcom X. Saya hanya kopi pasta dari blog sahabat saya, Diana.

Ucapan Allahyarham Malcolm X dalam ucapan “Housing and Self Defense Harlem 1964″.

When you live in a poor neighbourhood,
you’re living in an area where you have to have poor school
when you have poor school, you have poor teacher
when you have poor teacher, you get the poor education
when you get the poor education, you are destined to be
a poor man and a poor woman the rest of your life.

Apabila membaca buku teks Paediatric, saya semakin bersemangat untuk memperkasakan wanita. Kenapa tidak? Bukankah eloknya sesebuah masyarakat/ peradaban tergantung kepada eloknya wanita? Wanita bisa menjadi fitnah lelaki, namun pemerkasaan wanita dari segi ruhiyah dan lahiriah mampu melahirkan wanita-wanita yang menjadi tulang belakang keluarga, sebagai rusuk kiri lelaki dalam memimpin keluarga dan menjadi pendidik terbaik untuk anak-anak. Akhirnya, terbentuklah baitul muslim yang kita idam-idamkan.

To educate a girl is to educate a whole family. And what is true of families is also true of communities and, ultimately, whole countries. Study after study has taught us that there is no tool for development more effective than the education of girls. No other policy is as likely to raise economic productivity, lower infant and maternal mortality, improve nutirition and promote health-including helping to prevent the spread of HIV/ AIDS. No other policy is as powerful in increasing the chances of education for the next generation.
(Kofi Annan, Secretary General UN, 2004)

Ayuh, wahai bakal-bakal ibu sekalian! Didiklah anakmu menjadi pejuang. Kekuatan pejuang-pejuang Palestin adalah pada didikan ibu-ibu mereka. Yang tanpa pendidikan formal mampu melahirkan dan mendidik anak-anak mereka menjadi seorang pejuang agama. Tidak malukah kita pada mereka? Kita dengan segala kelebihan bisa melahirkan seseorang seperti itu dengan MAHU dan TAHU yang tinggi.

Lantas, jika mahukan seseorang berjiwa pejuang, anda wahai wanita-wanita sekalian harus berjiwa pejuang. Seteguh Khadijah r.a dan sebijak Aisyah r.a. Komitmen adalah totalitas sebuah perjuangan.

Tidak ada komentar: