Selasa, Desember 28

Only human

Sejak dua tiga hari saya mula mencari kembali lagu-lagu kegemaran saya. Saya secara tidak sengaja terjumpa video lagu-lagu kegemaran saya. Ah, betapa saya merindui cerita 1litre of tears. Saya menyukai piano version, malang sekali saya tiada ilmu berpiano.

In order to chase our dreams, we can't have a reason to run away. Lagu ini memang sungguh bermakna.






Senin, Desember 27

Peduli Palestin

Originally not mine. A friend of mine ask me to check this poem and do some editting. Finally, this is the result.

In remembrance of Gaza attack 28 December 2008.

Ingatan kita padanya hanya bermusim,
Mekar indah ibarat musim bunga,
Hangat membara ibarat musim panas,
Ada ketika ingatan kita padanya
beku ibarat musim sejuk,
Atau hilang bersama dedaunan di musim luruh,
Pedulikah kita pada Palestin?

Kita mengaku bersaudara,
Allah itu Tuhan kita,
Muhammmad itu rasul kita,
Kita mengaku kita sedarah sedaging,
Sakit mereka, sakit kita,
Derita mereka, derita kita,
Tapi,
Di mana kita tatkala nyawa para pejuang
menjadi taruhan?
Di mana kita tatkala Zionis laknatullah
mengganas?
Di mana kita tatkala masjid Al Aqsa dicabuli
kesuciannya?
Di mana kita?
Pedulikah kita pada Palestin?





Relakah kita berdiam diri?
Tegakah kita,
Hanya sekadar memerhati?
Hamparan-hamparan
adegan serang balas yang tidak sudah,
Cebisan-cebisan
Kisah, ratapan dan rintihan saudara kita,
Apakah tiada sekelumit rasa buat mereka?
Pedulikah kita pada Palestin?

Sedarkah kita
Usaha apapun adalah kekuatan
Sedarkah kita
Doa kita bisa jadi benteng,
Benteng kekuatan,
Juga benteng kemenangan buat pejuang Palestin
Benteng paling ampuh buat mereka
Pedulikah kita pada Palestin?

Ayuh kalian yang bergelar muslim,
Juga kalian yang budiman,
Palestin hak kita bersama!
Kelak Palestin kan jadi milik kita,
Milik kita semua,
Ayuh peduli palestin.

Minggu, Desember 19

kuasa wanita

Sudah lama tidak menjenguk blog sahabat. Hari ini saya menyempatkan melawat blog sahabat-sahabat saya. Terjumpa saya kata-kata dari allahyarham Malcom X. Saya hanya kopi pasta dari blog sahabat saya, Diana.

Ucapan Allahyarham Malcolm X dalam ucapan “Housing and Self Defense Harlem 1964″.

When you live in a poor neighbourhood,
you’re living in an area where you have to have poor school
when you have poor school, you have poor teacher
when you have poor teacher, you get the poor education
when you get the poor education, you are destined to be
a poor man and a poor woman the rest of your life.

Apabila membaca buku teks Paediatric, saya semakin bersemangat untuk memperkasakan wanita. Kenapa tidak? Bukankah eloknya sesebuah masyarakat/ peradaban tergantung kepada eloknya wanita? Wanita bisa menjadi fitnah lelaki, namun pemerkasaan wanita dari segi ruhiyah dan lahiriah mampu melahirkan wanita-wanita yang menjadi tulang belakang keluarga, sebagai rusuk kiri lelaki dalam memimpin keluarga dan menjadi pendidik terbaik untuk anak-anak. Akhirnya, terbentuklah baitul muslim yang kita idam-idamkan.

To educate a girl is to educate a whole family. And what is true of families is also true of communities and, ultimately, whole countries. Study after study has taught us that there is no tool for development more effective than the education of girls. No other policy is as likely to raise economic productivity, lower infant and maternal mortality, improve nutirition and promote health-including helping to prevent the spread of HIV/ AIDS. No other policy is as powerful in increasing the chances of education for the next generation.
(Kofi Annan, Secretary General UN, 2004)

Ayuh, wahai bakal-bakal ibu sekalian! Didiklah anakmu menjadi pejuang. Kekuatan pejuang-pejuang Palestin adalah pada didikan ibu-ibu mereka. Yang tanpa pendidikan formal mampu melahirkan dan mendidik anak-anak mereka menjadi seorang pejuang agama. Tidak malukah kita pada mereka? Kita dengan segala kelebihan bisa melahirkan seseorang seperti itu dengan MAHU dan TAHU yang tinggi.

Lantas, jika mahukan seseorang berjiwa pejuang, anda wahai wanita-wanita sekalian harus berjiwa pejuang. Seteguh Khadijah r.a dan sebijak Aisyah r.a. Komitmen adalah totalitas sebuah perjuangan.

Sabtu, Desember 11

fikir dan mahu

semenjak melangkah ke posting baru, iaitu psikiatri aku banyak merenung diriku. masakan tidak, setiap ayat di dalam kaplan itu aku baca, dan ia sepertinya aku. tentang aku. bukan tentang orang lain. buat aku lagi depresi.

jauhi aku dari sifat lemah dan malas. hidup perlu terus.

dia tengah tenat, sedang dia pintar.
kalau dia tenat, aku mungkin sudah nazak lagi nyawa-nyawa ikan.
di mana niatku dan perbuatanku?
asalannya keduanya sama
dikit-dikit ia makin tersasar