Jumat, Agustus 6

refleksi I

Hari ini, selesai satu presentasi yang menakutkan aku. Tidurku tidak lena, baca baris-baris ayat presentasi dengan teliti, ngantuk itu aku nyahkan, walau terkadang mataku tetap pejam di hadapan  komputer ribaku. Tidurku sudah lewat, jagaku awal sekali. Kepalaku sakit, mikirin hal yang sebenarnya mudah. Ya sudahlah ani. Telah tertulis di Luh Mahfuz, kalau kamu itu harus menjadi presentornya. Namun, hatiku tetap berdetik, kenapa aku. Di hadapan doktorku yang terkadang sukar untuk diprediksi apa yang bakalan beliau lakukan. (yeah, he really did something)

Biarkan hal itu. Presentasiku pas-pasan aja. Perlu banyak muhasabah. Perlu lebih berani lagi. Jangan lagak seperti itu lagi, kayak gak pas jadi calon doktor. Bisa diubah presentasiku di lain waktu. Biarkan salah waktu ini, biarkan dimarahi waktu ini, biarlah segala yang buruk itu waktu aku masih mahasiswi, biar ia menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Jadi mahasiswi perlu banyak dikoreksi, bila sudah bergelar doktor siapa sih mahu koreksi diri?

Selepas presentasi, aku hadiahkan diriku satu novel sastera remaja, beraraklah awan pilu tulisan Abdul Latip Talib. Satu kelegaan padaku selepas presentasi, seperti telah lulus kasus panjang (long case). oh, oh aku menghiperbolakan sesuatu. heh.

Do you ever reward yourself for the thing you have done?  Do one job, and do it right and you have no other regret. Allah sedang melihat segala yang kita lakukan. Dan janjiNya sentiasa benar. Akan diberikan nikmat tak terhingga kepada hambaNya yang beriman. Itulah balasan terbaik.

Maka adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka Tuhan memasukkan mereka ke dalam rahmatNya (syurga). Demikian itulah kemenangan yang nyata. (Al Jatsiyah 45: 30)


nota : aku sudah lupa banyak, macam mana nak study ortho ni?

Tidak ada komentar: