Selasa, Agustus 31

hari-hari terakhir

Tuhan aku ingin hidup yang sederhana
Melepas segala hiasan dunia , meredupkan kilauan raga
hanya untuk berjalan dijalan Mu

Tuhan, aku ingin ujian Mu
Sebagai teguran kalaku ragu, meragu akan nikmat Mu
sesederhana itu Tuhan,

Aku dan juangku,
terikat dalam ridha Mu,
melaksanakan kata dan pikirku,
saat bosan dan lelah menyapa,
kuatkan dan ikhlaskan aku.


Jatinangor, 24 Juni 2009
ditulis saat merasa tidak layak dididik sebagai dokter.
sumber: ghea

Saya sangat menyukai sajak ini. Benar-benar cocok sama saya. Tiada apa-apalah, cuma kini sudah berada di 10 malam terakhir. Fasa penentuan akan seberapa banyak saya berusaha (ya, sememangnya jika dilihat pada statistik saya bisa dikategorikan kepada calon yang kalah deh) tetapi tetap mahu usaha sampai akhir. Biar saya gak punya sesalan deh.

hidup adalah untuk mendepani ujian dengan senyuman~

Tidak ada komentar: