Kamis, April 29

dilema poligami

Tadinya
Saya berhasrat untuk segera
Karna katanya
Itu sunnah rasul saya
Kebiasaan para sahabat dan pengikutnya
Tiba-tiba semua asa hilang entah kemana
Tanpa dinyana

Baiklah, saya batalkan saja itu rencana
Tapi tak apa
Sungguh tidak apa-apa
Toh, sebenarnya saya sudah menjalankannya
meskipun bukan dengan manusia
Belum dengan makhluknya yang paling sempurna

Sudah ada tiga yang meminang saya
Yang pertama bernama agama
Yang kedua biasa dipanggil negara
Dan ketiga adalah buku-buku saya
Kalaupun ada dia
Dia hanya bakal jadi nomor empat kedudukannya
“Jadi sepertinya tidak perlu segera,” pikir saya

Dengan pasangan yang berjumlah tiga saja
Saya belum bisa adil, kata mereka
Padahal hampir tiap hari saya layani ketiganya
Sesering mungkin kami bersenggama

Saya puas, lemas, tapi tidak dengan mereka
“Sujudmu terlalu prematur!” kata Agama
“Gerakanmu minimal, kurang liar!” ujar Negara
“Stamina matamu payah, terlalu cepat lelah!” Buku-buku turut bersuara
“Jangan dulu coba-coba cari si nomor empat!” ketiganya kompak bersabda
Yasudah, saya menurut saja

Saya tidak akan mencari, tapi jangan salahkan si nomor empat kalau dia mencari saya
Sementara, cukuplah cinta saya dibagi tiga

Lalu, sayup-sayup saya mendengar suara
“Kalau si nomor empat bisa membuat cintanya jadi berlipat, sehingga bisa dibagi rata berempat, baru kita ijinkan dia”
Ternyata itu suara mereka bertiga
Sedang menyidangkan perkara suaminya

Alm.WS.Rendra

~satu renungan juga teguran buatku~

nota: sudah, jangan dispekulasikan diriku lagi.

6 komentar:

Anonim mengatakan...

salam..ani nak b'poligami ka??hehe..payung emas kat syurga nnt tu=>

madziani mengatakan...

wslm. ini baca ke tak ni? ish3..

tapi, saya nak payung emas tu :)

suria jay mengatakan...

ani, waa comilnye entry ni :)
bagus la ani nak payung mas,
ten tak sedie. haha

madziani mengatakan...

sweet kan? ani suke sgtttttttt...

ustazah ckp, bila kawen, hati suami tersedia tuk 3 ruang lg. nak tak nak, kne sedia..huhu

Anonim mengatakan...

salam..sepertinya puisi ini bukan karangan ws. rendra, tapi hilmi sulaiman rathomi, bisa dilihat di hilmiology.blogspot.com

:)

madziani mengatakan...

wslm, oh..mekasih ya atas infonya. saya cuman copas aja, dibilangnya karya ws rendra. akan disemak ya.