Senin, Maret 30

Kata- kata maaf

Salam.
Aku telah meminta kebenaran darinya untuk mencopy paste entrinya. Tapi, aku rasa dia sedang sibuk. Aku letak jugak, kerana ia amat sesuai dengan situasiku suatu masa dahulu. Dan sekarang, biarlah ia menjadi pengajaran berharga bagiku.


SILVER LINE


Dalam hidup ini, beberapa kali saya merasa terhianati. Oleh teman sendiri yang menurut kata hati saya sudah menyakiti akibat menanggalkan rasa percaya yang sudah lama saya tanam. Marah, kesal, kecewa dan sakit hati. Kumpulan sifat negatif itu akhirnya menjadi bumerang untuk diri sendiri.

Rasanya berat untuk bersikap positif. Saat kita merasa terluka oleh orang yang selama ini dekat. Antipati segera datang padahal tak pernah kita inginkan.

Salah satu cerita klasik mengisahkan, bila kita sudah cinta pada seseorang, maka meludahnya sajapun terlihat indah dan mempesona. Tapi bila rasa benci padanya sudah menyelimuti hati, senyum dan tawanya pun terasa bagai siksaan tak terperi.

Emosi memang selalu mampu menggoroti otak kiri kita, hingga rasio sering hilang begitu saja. Tak mampu menimbang dengan jernih duduk masalah.

Seorang teman pernah bertanya, “bagaimana caranya untuk memaafkan?”. Sebuah pertanyaan sederhana, namun saya tak sanggup mengurai jawabannya. Apa susahnya memberi maaf, ya tinggal maafkan saja. Hal-hal ‘bagaimana caranya’ berkaitan dengan prosedur. Prosedur memaafkan saya fikir sederhana saja. Tinggal ucapkan maaf atau terima maaf orang yang meminta maaf.

Setelah berselang waktu, saya menyadari bahwa pertanyaan sebenarnya bukanlah bagaimana cara memaafkan, melainkan bagaimana mengikhlaskan maaf. Bibir kita bisa saja mengucap maaf, tapi hati belum tentu ikhlas memaafkan. Itulah inti masalahnya. Apalagi pada tingkat sakit hati yang begitu hebat, melepas maaf dari lubuk hati bukanlah perkara mudah. Bahkan kadang butuh waktu yang amat panjang.

Saya pernah kenal dengan seseorang yang sudah 15 tahun tak saling bicara dengan ibu kandungnya sendiri. Persoalannya, ya itu…, sulit melepas maaf dalam hati. Setiap lebaran tiba, ucapan maaf memang saling terlontar. Tapi itu hanya sekedar maaf di bibir saja. Selepas itu?, sakit hati masih melekat kuat. Egoiskah mereka? Sulit saya jawab, sebab menurut saya keduanya adalah orang yang begitu baik dan penuh kasih sayang. Kebekuan Ibu dan anaknya itu baru mencair saat sang ibu menjelang sakratul maut. Ajal yang sudah mendekat membuka hati mereka untuk saling mengikhlaskan.

Dalam film Stuart Little II, dikisahkan, seekor anak tikus yang diadopsi keluarga Little merasa hidupnya hancur lebur. Berbagai cobaan dan penolakan ia terima. Setiap melakukan sesuatu yang baik, ia selalu dianggap salah. Stuart frustrasi. Dalam kegalauan itu, sang Ayah mendekatinya. “Dalam hidup ini kita memang sering melihat awan hitam. Tapi yakinlah selalu ada silver line (sisi baiknya)”, katanya membujuk Stuart yang sedang kelabu.

Ya… silver line (sisi baik) dari segala peristiwa memang ada. Meski kadang tersembunyi jauh dari pandangan kita. Orang-orang biasa menyebutnya dengan “hikmah”. Bila ada yang mengalami musibah, kita selalu diminta untuk mengambil hikmahnya. Memetik pelajaran berharga dari peristiwa buruk yang menghadang.

Saya baru saja mendapat sebuah jawaban atas pertanyaan seorang kawan bertahun-tahun lalu tentang bagaimana memaafkan itu. Kita bisa melihat silver line-nya. Itulah yang membuat maaf bisa membasuh sakit hati.

Silver line juga yang membuat kita tak terjebak pada situasi tak menyenangkan sehingga meluapkan emosi. Hari ini, saya juga dapat merasakan silver line itu. Ia memang bermanfaat. Tak perlu menunggu permintaan maaf dari orang lain. Menelisik silver line membuat hati ini sudah terbilas dari sakit hati.

Sumber: blog Selisik Dunia.

Ditag lagi oleh cik Fathen.

ceritekan pasal maksud name anda dan asal usulnye.

Nama sebenar Madziani bt Ab Majid.
Madziani.
Tak pernah tahu pun makna nama ni. Malah tak wujud pun dalam kamus.
Kat buku nama-nama pilihan pun takde. Sedih-sedih.
Asal- usul. Ni pun tak pernah tanya mak dan ayah. Entah bagaimana mereka dapat pun aku tak pasti.
Mungkin cuba mencari nama yang mirip-mirip kakakku kot. Nama kakakku, Madziah. Tukar sikit jadi Madziani.
Tapi nak sedap hati, sebab nama ni takde maksud, aku cari maksud nama Ani.
Ada!
Ani bermaksud masak ranum. Macam tak sesuai je.
Ani juga bermaksud sopan santun. (seperti kata cik fathen, perasan tak keno bayor) jadi bolehlah disimpulkan aku ni budak sopan santun anak kepada hamba Allah yang mulia.

ok cik Fathen.
I'm done.

Jumat, Maret 27

Kado buat TWP students

Salam,
Aku terjumpa blog ni beberapa bulan yang lalu.
Ingin kukongsikan bersama sahabat-sahabat TWP sekalian.

Ini linknya

Medical PBL UKM


Aku rasa blog ni bagus untuk mereka yang bakal meneruskan pengajian klinikal di UKM.
Aku paling suka bila ada satu ruangan untuk mendownload past year questions, posting-posting di setiap department masa tahun ketiga. Jadi, pada sesiapa yang ingin melakukan persiapan awal (memang patut buat persiapan awal) aku rasa ini salah satu blog yang boleh dijadikan rujukan.

Jika ada blog/ laman web lain, silalah berkongsi sama.

Kamis, Maret 26

Catatan Masa Silam

Salam semua,
Semoga kamu dirahmati Allah selalu.

Kisahku sebagai 'penyelamat kucing'
Saat aku di rumah, aku jarang tidur awal. Biasanya aku hanya akan tidur selepas jam 1 pagi. Ini kebiasaan aku. Selepas 1 jam melakukan latih tubi matematik tambahan. Kadang-kadang, aku akan tidur awal, dan akan bangun pada tengah malam (ini sebab nak tonton perlawanan bola sepak punya pasal, hish!)

Bila tidur lewat-lewat begini, segala macam bunyi boleh kita dengar. Suasana sunyi waktu malam. Dan kebiasaan aku yang satu ni, yang kini masih lagi diamalkan, aku sangat suka menghirup udara segar waktu pagi-pagi buta. Akanku buka pintu rumah atau pintu bilikku (di sini, bumi Indonesia) hanya untuk menghirup udara segar itu. Hanya beberapa minit, namun sangat menyegarkan.

Kembali pada perihal bunyi. Kadang-kadang, aku akan mendengar bunyi kucing mengiaw (harap tak salah eja) Kucing, kalau mengiaw berkali-kali tanpa henti tu, tandanya ia sedang meminta tolong. Biasanya kalau dalam kes aku, anak-anak kucing yang jatuh dalam longkang dan tak tahu macam mana nak naik. Akanku bukakan pintu rumah, tak kiralah pintu depan ke, pintu dapur ke dan akanku cuba cari..kat mana kamu ya? Kala itu, pepagi buta, sunyi sepi, aku keluar dengan tekad mahu menyelamatkan si anak kucing. Aku sebak kalau dengar kucing-kucing ni mengiaw.

Satu malam, aku terdengar suara kucing. Aku bukakan pintu dan keluar. Kali ni, adik lelakiku turut ikut sama. Konon, nak temankan akula. Sampai satu masa,

" Kak Ni, jomla masuk," kedengaran suara cuak.
" Tunggula dulu. Tak ambik kucing lagi. Ni nampak bende-bende ke?" tanyaku.

Dia tuding jari.
Aku kerut muka.

" Arnab je pun," aku mengomel.
" Tapi warna hitam," adik lelakiku menjawab.
" Kak Ni, jomla masuk," rayu adikku.

Ni sape lelaki, sape perempuan ni?
Aku wat dunno. Aku angkat anak kucing dari longkang, bersih kucing tu sikit-sikit dan aku tengok muka adik aku sambil kata..

" Penakut!"

Esoknya, aku tanya mak dan ayah kamu. Jiran kita ada pelihara kucing ke?
Mak dan ayah aku bagi jawapan positif.
Aku ceritakan kisah semalam pada adik-beradik aku.
Apalagi bantai kena gelak.
Namun, sebab ejekan yang diterima, adik aku membesar sebagai seorang yang dah tak takut pada 'bende alah' itu. Kadang-kadang, hinaan dan ejekan itu pemangkin semangat untuk kita lebih berusaha.

Aku sangat bersyukur, setiap kali aku melakukan misi menyelamat kucing, tidak ada apa-apa yang berlaku. Tak semestinya hantu je, binatang yang tak diingini seperti ular ke (tempat aku memang banyak ular) atau manusia-manusia jahat yang ingin merompak rumah. Alhamdulillah. Yang penting, kita yakin Allah bersama kita. Ini yang aku pegang dari dulu. Ingatlah Allah walau di mana kita berada, saat senang atau susah. Pasti, Allah juga akan mengingati kita. Pasti Allah bersama kita.

p/s: Ni pun aku nak insaf, taknak layan bola sangat.
p/s: Ada kisah tentang keajaiban mengingati Allah setiap saat, kalau punya waktu akan kuceritakan. Kisah benar dari ibuku sendiri.
p/s: 10/4 ni national election buat Indonesia.Opps, silap. 9/4 sebenarnye.

Rabu, Maret 25

Anak-anak yang mengukir sejarah

Salam.
Sahabatku dapat menjawab soalan aku.
Demi mengotakan janjiku, aku berikan dia satu dvd.
Bukan hadiah pun sebenarnya. Sesaje nak berkongsi.

Ia satu kisah yang sangat menarik.
Aku tahu pasal kisah ni pun dalam buku Palestin: emang gue pikirin?!
Alhamdulillah. Aku jumpa dvd-nya di Pasar Baru.

Anak-anak yang mengukir sejarah dengan darah.
Itulah tajuknya. Kisah nyata kanak-kanak di Palestin yang menentang Yahudi laknatullah.
Aku kagum pada mereka. Mereka bangsa itu. Bangsa yang menderita berkali-kali, namun bangkit dengan kekuatan luar biasa.

Dengan hanya bersenjatakan batu-batuan, mereka melawan tentera yahudi yang bersenjatakan senapang canggih dan tank-tank merkava. Perlawanan yang tidak seimbang. Namun, mereka mempunyai strategi. Ada pos pertama, iaitu mereka yang menjadi pejuang baris hadapan. Tugas mereka melempar batu-batuan ke tentera yahudi. Pos kedua, adalah pos dimana anak-anak Palestin akan menjadi penghantar bekalan batu-batuan ke pos pertama. Dan pos terakhir, adalah pos logistik dan juga pos untuk menyelamatkan teman-teman mereka yang cedera ditembak tentera yahudi. Menarik bukan?

Mahu tonton dvd-nya? Jangan segan, bagitau je. InsyaAllah, after nisah selesai, turn kamu pula :D

Aku paling terharu saat ni. Mereka memang mempunyai semangat jihad yang tinggi.

"Cubalah...Kami akan membalasnya...Berikan kami senjata."
"Berikan kami senjata!"

Itulah yang mereka lontarkan saat ditanya.
Wah!
Darahku tersirap.

Kulluna Ayyash!
Kulluna Aqil!
Free Palestin!

p/s: Aku nak insaf. Dah tak mo layan simple plan lagi.

Selasa, Maret 24

Impian biasa-biasa

Ini cuma catatan seorang anak kecil yang sangat ingin pulang ke rumah. Kamu boleh mengabaikan entri kali ini. Ia entri yang akan membuang masa kamu.

Aku punya impian. Impian aku biasa sahaja. Aku ingin...

1. Punya Tafsir Ibnu Katsir. Alhamdulillah. Aku beli dengan harga yang sangat murah. Tetiba je satu hari aku tergerak hati nak meninjau buku-buku di kedai buku terpakai. Hehe. Tak kisah sebenarnya kalau tengok fizikal tafsir tu, asal boleh dibaca.
2. Hikayat 1001 malam. Setelah ditanya buat kali ke2, harganya dah berkurang, dari rp400k jadi rp 329k. Aku tengah kumpul duit. Bulan April, InsyaAllah akan aku dapatkan.
3. Novel Maryamah Karpov. Dah beli. Original lagi. Aku jumpa yang cetak rompak. Harga lebih murah dari original. Tapi demi novel terakhir tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, aku beli ori punya. Ini buku yang wajib dibeli sebelum pulang.
4. Stetoschope. Nasib baik ada kedai jual alat-alat kesihatan yang baru bukak tuh. Aku beli yang Spirit je, Litman tak main r (mahal sih). Harga boleh tahan. Murah. Fungsi bagus.
5. Beli kain batek. Aku tak pandai shopping kain-kain ni. Tapi mak aku beria-ia minta aku belikan. Aku kena cari seseorang yang pandai pasal kain-kain ni. Sesiapa nak ke Pasar Baru, sila bagitau.
6. Punya External Hard Disc. Yang ni, Faris cakap kat Malaysia lagi murah. Anak kena ikut cakap 'papa'. Aku pilih tunggu dulu. Balik Malaysia baru beli.
7. Punya Laptop baru. Yang ni, kena usaha lebih kuat. Paling kurang, awal bulan 8 dah ada laptop. Aku dah survey. Aku cam berminat dengan laptop jenama ASUS. Fungsi ok. So far, ASUS je yang mampu tarik perhatian aku. Detailnya di sini



Eh,
macam ada tertinggal sesuatu. Apa erk?
Oh ya,
belanja seseorang. Ni tak masuk dalam list, tapi nak jaga hati dia =)

Dah bagitau kat atas, ini cuma entri buang masa. hehe.
Aku belajar sesuatu hari ni.

Lakban/ Nakban coklat. Kamu tau?
Sesiapa dapat teka, sila datang bilik. Ada gift buat kamu. Serius ni. Tak tipu.

p/s: Bisa khabarkan padaku, apa aktiviti terbaik kala ini?
p/s: Aku merindui seorang sahabat lama. Aku kira dia sibuk. Jadi, aku senyapkan diri. Semoga Allah mempermudahkan segala urusan kamu, Islah.
p/s: Aku tidak tahu, apa yang dimindaku kala ini. Halusinasi itu dia nampak bende tu ade, tapi sebenarnya takde kan? Delusi itu false belief ke? atau ilusi false belief? Yang mane yang sebenarnya kita nampak itu kepala orang, tapi dia nampak itu kepala kambing? Buku Kaplan dah masuk kotak, susah nak ambil. Aku kira, aku mengalami salah satu. hehe. Hypochondriasis betul!

Hypochondriasis: Orang yang rase dia ade penyakit, tapi sebenarnya tak. Dan biasenya, sakit dia tu, satu je. Tak banyak.

Senin, Maret 23

Poem to ponder

It was a gift from my matriculation teacher, Teacher Jamilah Bee.

BUSY

Everyday as I wake up at dawn,
My mind starts the moment I yawn,
There were many things to do, o dear!
That's why I hastily did my Subuh prayer,
I didn't have time to sit longer to praise the Lord,
To me rushing out after prayer is nothing odd?

Since school, I had been busy every minute,
Completing my tutorials and handing it in,
My quizzes took up most of my time always,
No time did I have to Allah to pray,
Too many things to do and zikir is rare,
For Allah, I really had no time to spare?

When I grew up and started my career,
Working all day to secure my future,
When I reached home, I preferred to have fun,
I chatted on the phone but I didn't read the Quran,
I spend too much time surfing the internet,
Sad to say, my faith was falling flat?

The only time I have left is weekends,
During which I prefer window shopping with my friends,
I couldn't spare time to go to the mosque,
I'm too busy, that's the BIG EXCUSE?

I did my prayer but did it so quickly,
After prayer, I didn't sit longer to reflect quietly,
I didn't have time to help the needy one,
I was loaded with work as my precious time runs

No time at all to visit a sick Muslim,
To orphans and elderly, I hardly lent a hand,
I'm too busy to do community service,
When there were gatherings, I helped the least.

My life is full of stress,
So I didn't counsel a Muslim in distress,
I didn't spend much time with my family,
Because I thought, doing so is a waste of time?

No time to share with a non-Muslim about Islam,
Even though I know, inviting causes no harm,
No time to do sunnah prayers at all,
All these contribute to my iman's fall.

I'm busy here and busy there,
I've no time at all, that's all I care,
I went to religious lessons, just once in a while,
'Coz I'm too busy making a pile.

I worked all day and slept all night,
Too tired for tahajjud and it seemed not right,
To me, earning a living was already tough,
So I only did basic deeds and that's not enough.

No time at all to admire God's creation,
No time to praise Allah and seek His compassion,
Although I know how short is my life,
For Islam I really didn't strive.

Finally the day comes, when the Lord calls for me,
And I stood before Him with my life's History,
I feel so guilty because I could have prayed more,
Isn't that what a Muslim lives for?
To thank Allah and to do more deeds,
And the Quran is for all of us to read.

Now at Judgement Day, I'm starting to fret,
I've wasted my life but it's too late to regret,
My entry to paradise depends on my good behaviour,
But I've not done enough nor did proper prayers.

My 'good deed book' is given from my right,
An angel opened my 'book' and read out my plight.

Then the angel chided me

' O you Muslim servant, you are the one,
who is given enough time, yet not much is done,
do you know that you faith is loose,
Saying 'no time' is only an excuse,
Your 'good deed book' should be filled up more,
With all the good work you stood up for '

Hence, I only recorded those little good deeds,
As I say this, I know your eyes will mist,
I was about to write some more, you see
But i did not have THE TIME to list.

Sabtu, Maret 14

Sambungan ESQ

Dah nak habis dah. Sikit je kali ni.

4 hal yang akan dipertanyakan Allah di akhirat kelak.

1. Ilmu
2. Fizikal
3. Harta
4. Waktu

Di akhir ceramahnya, Kang Tony berkata

" Semakin banyak kamu tahu, Allah menuntut semakin banyak dari kamu"

Gulp!

Aku telan liur.
Aku sedang menzalimi diriku sendiri.

Minggu, Maret 8

Hanya suatu pilihan..

Ini adalah cadangan yang sangat bernas. Aku teruja saat kakakku melontarkan pandangannya.

"Belilah emas kat sana," cadang kakakku.

Damn!

Apsal dulu aku tak pernah terfikir benda ni.
Nilai rupiah sangat rendah. Sangat rugi jika aku tukarkan ke ringgit malaysia.
Emas pula nilainya hampir sama. Tak pernah berubah. Jika aku beli di sini dan tukarkan di Malaysia aku masih juga untung.

Namun ini hanyalah cadangan. Melihatkan mukaku yang sememangnya naif ni, ditambah aku jenis yang tak tahu apa-apa pasal emas, nak berlagak tahu pun tak boleh dan sikap orang Indonesia yang memang bermulut manis, aku kira akulah manusia yang paling senang kena tipu. Cadangan ini bukan cadangan biasa sebenarnya. Adalah lebih baik menyimpan wang kita dalam bentuk emas. Sangat selamat untuk masa depan.

Sabtu, Maret 7

save you

Amaran: Jangan ditonton! Ini hanya untuk simpanan diri sendiri.





In loving memories of my cousin, Nur Hidayah that fight the disease until her last breath. She is one out of many reason why I choose this profession.

Jumat, Maret 6

Selamat Berimtihan, Ya Sahabat

Akhirnya.
Tanggal ini.
6-3-2009.
Berakhir sudah pengajian pra-klinikal di Unpad.
Masih bersisa 3 tahun lagi, dengan izin Allah.
Doakan ya, teman-teman.
Dua minggu kedepan, aku bakal berjuang.
Berjuang dengan pena.
Bersama teman-teman.
Sekali lagi.
Doakan kami, pelajar twinning program ukm-unpad.
Semoga kami berjaya.
Layak ke tahun 4 di ukm.

Aku ingin pulang,
tak mahu datang sini,
namun aku pasti,
merindukan bilikku yang kecil itu.

Aku ingin pulang,
tak mahu datang sini,
namun aku pasti,
merindukan keramahan orang sini.

Aku ingin pulang,
tak mahu datang sini,
namun aku pasti,
merindukan pecel lele ibu.

Aku ingin pulang,
tak mahu datang sini,
namun aku pasti.,
merindukan ke'sporting'an doktor2 sini.

Aku ingin pulang,
tak mahu datang sini,
namun aku pasti,
merindukan kedai buku mentari itu.

Aku ingin pulang,
tak mahu datang sini,
namun aku pasti,
merindukan bas damri yang buruk itu.

Aku ingin pulang,
tak mahu datang sini,
namun aku pasti,
merindukan ke'comel'an kanak2 twinning.

Korang,
Sila jangan jadi skema kat ukm, boleh?

Aku tersenyum bila kita berjenaka bodoh-bodohan itu.
Orang kata itu lawak bodoh.
Aku kata itulah yang menyatukan kami.


Selamat berimtihan, Ya sahabat.
Moga dengan izinNya kita sama-sama berjaya.
InsyaAllah